Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Penutupan AlAqsha dan Serial Kepahlawanan Palestina

Penutupan AlAqsha dan Serial Kepahlawanan Palestina

By: Nandang Burhanudin

(Kepala Hubungan Luar Negeri DPP PUI)

*****

(1)

Andai saja tidak ada aksi keluarga Jabarin, nyawa 1.5 milyar umat Islam telah bertekuk lutut di hadapan Zionis. Sebelumnya, ada pengklaim ulama yang menista mujahidin pembela AlAqsha.

(2)

3 orang anak muda, kembali menorehkan sejarah kepahlawanan Palestina membela AlAqsha, mewakili umat semilyar setengah.

(3)

Umat yang hampir saja dikagetkan oleh pembukaan hubungan diplomatik negara utama Teluk, setelah sibuk mengbargo negara Qatar yang paling depan membela Palestina.

(4)

Umat yang hanya meributkan soal pelarangan shalat Jumat, lalu sibuk menggelar aksi demo Jumat Ghadhab, membawa spanduk, setelah itu lelap kembali dalam pelukan mimpi.

(5)

3 anak muda mengirim pesan kepada dunia Islam, bahwa tengah terjadi penghancuran AlAqsha secara besar-besaran. PENGHANCURAN, pelarangan shalat Jumat hanya simbol.

(6)

Penghancuran yang berlangsung lama dengan menggunakan bahan kimia, mengikis bawah tanah AlAqsha dan ambruknya hanya masalah waktu.

(7)

Pesan kedua, mereka ingin menunjukkan perlawanan Palestina masih bergelora. Rakyat Palestina di AlQuds menolak komando Abbas yang telah memperdagangkan AlAqsha.

(8)

Abbas, sejak kasus penutupan AlQasha, 6 hari lamanya ia diam dan malah jalan-jalan ke China. Selama 30 menit siaran pers dengan Presiden China, Abbas tak bersuara soal AlAqsha.

(9)

Pesan ketiga, mereka menyampaikan pada dunia Islam bahwa pertahanan Israel rapuh. Setelah intifadhah pisau yang diaborsi PLO, rakyat Palestina bangkit kembali.

(10)

Bangkit menembus pertahanan Israel di AlQuds yang berlipat. Mereka mampu membunuh militer Israel, dan masuk membawa senjata tanpa terdeteksi.

(11)

Pesan Keempat, yakinlah bahwa secanggih apapun alutsista Israel, tapi yang paling penting adalah Who is behind the gun. AlQuran sudah menegaskan masalah ini, Zionis pengecut.

(12)

Di demonstrasi selama sepekan, semua menyerukan HAMAS untuk bangkit lagi melawan. Padahal baru saja, HAMAS dan IM difatwakan teroris.

(13)

Pesan kelima, aksi kepahlawanan keluarga Jabarin menghentak para politikus Israel dan Donald Trump. Tentu tamparan keras bagi Jordania, Mesir, Saudi, dan dunia Arab.

(14)

Seminggu sebelum aksi. Para pejabat UAE dan beberapa oknum Saudi, menyerukan rakyat Palestina untuk menghabisi HAMAS, kami akan banjiri dengan dollar.

(15)

Dollar bukan tidak penting. Tapi izzah dan menjaga tempat suci umat Islam jauh lebih penting. Itulah serial kepahlawanan yang ditulis darah dan dipahat pengorbanan jiwa raga.

(16)

Pesan yang hanya bisa ditangkap Muslim generasi AlMaidah 54, bukan Muslim penghamba uang dan jabatan. Bukan pula generasi yang rajin mengaji, tapi tak lagi peduli dengan misi menyelamatkan AlAqsha.

(17)

Allahu Akbar! Celakalah manusia yang baru saja berfatwa, mati karena membela AlAqsha bukan mati fii sabilillah. Makanlah fatwamu tuan!

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.