Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Pilot dan Pramugara/i Pesawat Itu

Pilot dan Pramugara/i Pesawat Itu

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

2 minggu lalu, kami melakukan perjalanan dengan Saudia SV 815 Jakarta to Jeddah dan SV 816 Jeddah to Jakarta. Ada beberapa pengalaman.

 

(2)

Walaupun sama-sama satu perusahaan. Kami merasakan perlakuan dan sikap berbeda. Terutama pilot dan paramugara/i.

 

(3)

Pertama, saat boarding. Karena rombongan. Kami diwakili. Anehnya petugas darat tidak bisa membedakan calon penumpangnya.

 

(4)

Anak saya yang 9 bulan. Duduk di 50 J sendirian. Abinya di 47 H. Uminya di 40 E. Pasti bikin mumet. Pas komplain. Malah disuruh diam dan duduk.

 

(5)

Kedua, saat take off. Pilot nampak kasar. Kurang komunikatif. Terutama saat ada guncangan di tengah perjalanan.

 

(6)

Uniknya. Kru pesawat tidak memberikan hadiah cuma-cuma buat usia di bawah 3 tahun. Baru ngasih setelah diminta.

 

(7)

Ketiga, saat turun. Kami dibuat bingung. Kata kru pesawat. Tunggu dulu. Tapi giliran kita lama, eeh malah pasang wajah ketus.

 

(8)

Berbeda di penerbangan 816. Kami merasakan hal berbeda. Kru pesawat sangat kooperatif. Tidak mentang-mentang. Bahkan pilotnya pun, imformatif.

 

(9)

Saya dan keluarga tidak kenal siapa pilotnya. Kami tsiqoh 2000 % dan tawakal hanya kepada Allah. Namun dari 2 gaya pilot tadi, mana yang bikin tumakninah?

 

(10)

Kami pun paham. Kru pesawat itu adalah pekerjaan berat. Tapi, menyembunyikan ketegangan di balik senyum. Jauh menentramkan.

 

(11)

Sebagai penumpang. Kita tidak harus tahu banyak masalah pesawat,  rute penerbangan, musyawarah antar kru dan pilot co pilot.

 

(12)

Bagi kami. Yang penting sampai tujuan. Suguhan bergizi. Khidmat excellent. Soal ada guncangan. Kami tak berhak ikut rembug. Sebab kami terikat aturan harus pakai safety belt, melipat meja, menegakkan kursi.

 

(13)

Tapi. Minta tolong, kru pesawat jangan antikritik. Pahami latarbelakang penumpang. Berikan apa yang menjadi hak penumpang. Jangan bilang, pesawat ini tidak butuh anda. Anda yang butuh kami.

 

(14)

Sebab kalau penerbangan gak ada penumpang dan gak bayar tiket. Sebesar apapun perusahaan, akan bangkrut. Tengok Turkish Airlines. Kini jadi jawara Eropa dan dunia.

 

(15)

Perlakukan wajar saja, jika di antara kami berasal dari kampung. Gak ngerti kata PUSH…PULL..atau istilah Arab lain. Bimbing dengan bijak. Bukankah itu tugas kru pesawat.

 

(16)

Pilot juga jangan bilang kami sok tahu, kalau coba menerka ada apa di balik guncangan: petir kah? Angin kah? Atau ada serangan teror.

 

(17)

Nah pesan saya pada penumpang. Sabar. Duduk manis. Baca semua petunjuk perjalanan. Liat layar jangan hanya nonton hiburan. Satu lagi. Jangan berebutan.

 

(18)

  • Safety first. Sebab tak akan ada penerbangan yang menerlantarkan penumpangnya. Kecuali penerbangan yang abal-abal, tak punya misi NAIK…NAIK…

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.