Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Musibah Lanjut Musibah

Musibah Lanjut Musib

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Tidaklah Islam dan umat Islam dihinakan, melainkan sebab pintu jihad atau perang sabil sudah disingkirkan.

 

(2)

Ruh mujahidin di negeri Muslim selalu dikawal IM di Timur Tengah, Jemaat Islami di Asia Tengah, mujahidin Chechnya di Eropa.

 

(3)

Lihat kondisi Mesir dan Bangladesh usai menghinakan IM dan Jemaat Islami? Kedua negeri menjadi Islamophobia.

 

(4)

Saat IM dihinakan UAE, di waktu yang sama mereka memuliakan Yahudi dan penyembah berhala. Sama halnya Mesir dan Teluk.

 

(5)

Sikap Bangladesh tak jauh beda. Sukses mengeksekusi Syaikh Muthiurrahman Nizhami tanggal 10 Mei 2016.

 

(6)

Kini, Bangladesh pula menjadi pelengkap penderitaan Muslim Rohingya, usai menutup perbatasannya untuk pengungsi.

 

(7)

Sama seperti negara Teluk yang menutup perbatasan untuk Syiria, Irak atau Mesir menutup Gaza di Palestina.

 

(8)

Ingat perkataan keturunan Lawrance Arab. “Kami memerangi semua Muslim di dunia, sedang mata kami fokus menaklukkan AlQuds Palestina.”

 

(9)

Ingat pula pesan emas Syaikh Muthiurran Nizhami, “Saya sekejap lagi akan menemui Rabbku di tiang gantungan. Tapi saya mempertanyakan sikap abai dan lalai umat 1 milyar! Jawaban apa yang akan kalian jawab kelak atas sikap diam membiarkan kezhaliman?”

 

(10)

Tidaklah Islamophobia menguat, disebabkan harakah Islamnya mengendur, mendengkur, atau hidup tak lagi akur dengan kawan sedulur.

 

(11)

Indonesia, jika harakah Islamnya terus melemah, maka kebatilan akan merajalela didukung ulama suu dan budak penguasa.

 

(12)

Buat apa mereformasi Indonesia di 1998, jika kita tak mampu membendung Islamophobia, bahkan gagal menutup tunas kebangkitan mereka.

 

(13)

“Jawaban apa yang akan kalian jawab kelak atas sikap diam membiarkan kezhaliman?” Akankah jabatan mentereng dan posisi struktural itu jadi jawaban?

 

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.