Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Pertengkaran Kita

Pertengkaran Kita
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)

Perintah shalat, zakat, ibadah haji Allah wajibkan secara umum. Lalu Nabi Muhammad saw. memerinci dalam pelbagai peristiwa.

(2)

Namun untuk perintah persatuan, mengakhiri pertengkaran, islah, salamatus shadr, Allah memerintahkan dengan rinci di banyak ayat Al-Qur’an. Nabi pun mencontohkan lebih detail lagi dalam kehidupan.

(3)
Bang Haji Rhoma, membuat irama khusus tentang persatuan: Continue reading Pertengkaran Kita

Psywar di Balik Pembubaran HTI

Psywar di Balik Pembubaran HTI
By:Nandang Burhanudin
****

(1)
Saya tidak terlalu serius menanggapi pernyataan Wiranto soal pembubaran HTI. Sebab di era rezim raisoopo-opo, apapun tidak ada yang perlu dianggap serius, selain operasi menjual Indonesia dan patuh sepenuhnya pada Asing-Aseng.

(2)
Jika mau jujur, kehandiran HTI sebenarnya menguntungkan kalangan Islamis. Terutama di pengajian marhalah 1-2. Tapi menguntungkan kalangan Liberal, Sekuler, dan Islamophobia di marhalah 3 dan selanjutnya. Mengapa?

(3)
Marhalah awal di HTI, sangat bagus untuk shock theraphy pemikiran. Terutama di bab kajian problematika umat. Tapi biasanya akan mentok di permasalahan solusi. Terutama jika dikaitkan dengan pendirian khilafah. Continue reading Psywar di Balik Pembubaran HTI

Islamphobia di Negeri Muslim

Islamphobia di Negeri Muslim
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Kiai, ulama, pengurus MUI yang mau ceramah dihalangi Polisi. Pengajian dibubarkan. Rumah Habib Riziq dan anggota DPR PKS ditembak. Pertanda apakah?

(2)
Pertanda, kalangan anti Islam sudah kehilangan nalar dan akal sehat. Mereka tidak mampu lagi menyembunyikan kebencian, dan apa yang disembunyikan jauh lebih besar.

(3)
Sebagai Muslim, kita tidak harus percaya lagi jargon apapun yang dilontarkan kalangan anti Islam. Istilah kebhinekaan, Pancasilais, Nasionalis, Partai Kanan, Partai Kiri, HAM, universalitas. Semua tak lebih jualan ambiguitas. Continue reading Islamphobia di Negeri Muslim

Syariat Islam yang Ditakutkan

Syariat Islam yang Ditakutkan
By: Nandang Burhanudin
*****
Semua mengakui Islam adalah din rahmat bagi semesta alam. Tidak satupun ajaran Islam melainkan menjadi way of life bagi siapapun yang mengikutinya. Benua Eropa dan Amerika maju berkat Islam. Sedangkan dunia Arab binasa, karena jauh dari Islam.
Lantas Islam seperti apa yang menakutkan Yahudi-Kristen dan blok kekufuran? Apakah Islam yang berkibar hanya di bendera, warna, atau terimplementasi dalam hukuman hudud? Sama sekali bukan. Yahudi, Kristen, dan blok kafir tidak takut dengan semua itu. Sama halnya merekapun tidak takut dengan teriakan takbir, yang toa dan loud speakernya masih made in luar baik Asing maupun Aseng.

Untukmu Kaum Ibu

Untukmu Kaum Ibu
By: Nandang Burhanudin
*****

Wahai kaum ibu …
Sudah saatnya merenung sejenak.
Tentang kualitas anak-anak.
Rahimmu melahirkan si bajak atau bijak.

Wahai ibu …
Sudah saatnya mengurangi manisan dan cokelat.
Si cokelat telah lama rusak tak bermartabat.
Tugasmu persiapkan jiwa-jiwa hebat. Continue reading Untukmu Kaum Ibu

Ruh Perlawanan

Ruh Perlawanan
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Ketika Mu’awiyah bin Abi Sufyan tersinggung oleh bujukan Romawi, ia mengirimkan armada laut pertama kali dalam sejarah umat Islam. Kemarahan yang sama dilakukan Al-Mu’tashim Billah, Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi, Panglima Abdurrahman Al-Ghafiqi, Sultan Muhammad Al-Fatih. Marah tak mau dihinakan kaum kafir.

(2)
Faktanya, kekuatan kafir sudah ditegaskan Al-Qur’an. Tak jauh beda dengan kekuatan sarang laba-laba. Mereka terkesan hebat dengan main keroyokan. Padahal pada hakikatnya, hati mereka tak pernah bisa bersatu. Justru kaum kafir bersatu padu, ketika menjadikan Islam sebagai common enemy.

(3)
Kesan hebat itulah yang selalu digembar-gemborkan AS, Israel dan sekutunya. Terutama di awal hegemoni imperium, AS rajin memproduksi film-film hollywood. Ada Superman, Batman, The Funtastic Four, Capten America, Rambo,dlsb. Filem-filem yang dikemudian hari membentuk persepsi dan opini di kalangan umat Islam. Continue reading Ruh Perlawanan

Syamil; Jundi Sang Pengigau Al-Qur’an itu Telah Tiada

Syamil; Jundi Sang Pengigau Al-Qur’an itu Telah Tiada

Oleh: Nandang Burhanudin

Sekitar pukul 14 Ahad (30/11/13), saya dan beberapa sahabat mengunjungi RS Al-Islam. Rencananya membesuk salah seorang siswa SDIT Insan Teladan yang dirawat di HCU. Karena bukan waktu besuk, security RS hanya memperbolehkan tamu 1 orang saja. Itupun atas izin Allah, tanpa sengaja saya dipertemukan dengan ayah dari murid SDIT Insan Teladan juga, yang adiknya dirawat di RS yang sama. Continue reading Syamil; Jundi Sang Pengigau Al-Qur’an itu Telah Tiada

Menanti Generasi AlMaidah 54

Menanti Generasi AlMaidah 54

By: Nandang Burhanudin
*****
(1)
AlMaidah 51 fenomenal. Berteman setia dengan Yahudi dan Nasrani, apalagi menjadikan mereka pemimpin. Muslim yang bersama kafir, bagian utuh dari kekufuran. Muslim tanpa iman.

(2)
Muslim yang hatinya berpenyakit, bergegas memberikan dukungan pada kaum kafir. Mulutnya selalu berkata bijak. Berlindung di balik dalil dan dalih. Hatinya busuk mengkhawatirkan, kekalahan menimpa kaum kafir.

(3)
Satu sama lain saling menutupi. Saling melindungi. Tak boleh ada yang terbongkar. Satu saja terbongkar. Kejahatan lebih besar lagi bisa terang benderang. Prinsip mereka: tidak boleh kalah, walau langit runtuh sekalipun. Continue reading Menanti Generasi AlMaidah 54

Pemenang VS Pecundang

Di dunia tidak semua orang bisa menjadi Pahlawan. Hanya orang-orang yang kualitas dirinya sudah pantas menjadi pahlawan lah yang menjadi Pahlawan. Begitu pun dengan seorang Pemenang. Pemenang tidak sama dengan Pecundang. Yuk, ikuti perbedaan dari sikap mental keduanya……

Pemenang VS Pecundang

Pecundang selalu memikirkan masalah,
Pemenang memikirkan solusi. Continue reading Pemenang VS Pecundang

Politik Ketakutan

Politik Ketakutan

By: Nandang Burhanudin

****

(1) Sejak lama, Indonesia kaya dengan ragam ormas dan pergerakan. Wajar, sebab Islam dan umat Islam adalah peletak dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(2) Namun, sejak lama operasi memarjinalkan Islam terus berlangsung. Puncaknya saat Masyumi ditinggalkan NU, hingga aktivis Masyumi menjadi korban kezhaliman rezim.

(3) Kini, peristiwa puluhan tahun lalu terulang kembali. Rezim yang naik dengan 60-an janji, namun yang diproduksi hanya hoax dan aksi teror aparatnya.

(4) Rezim produsen alat utama sistem ketakutan. Al Gore, mantan Wapres AS era Clinton menyebutnya dengan istilah: Politik ketakutan. Continue reading Politik Ketakutan

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.