Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Menyelami Berkah Ormas Islam di Pilgub Jabar

Menyelami Berkah Ormas Islam di Pilgub Jabar

By: Nandang Burhanudin

******

 

(1)

“Para pemimpin terbaik paling mungkin ditemukan pada para pimpinan jemaat-jemaat agama besar, karena ia memiliki kemampuan yang mengejutkan dalam merekrut, mempertahankan, memberi inspirasi, menyatukan, membangun jaringan dan menggalang dana, termasuk menanamkan dan membangun kepercayaan”. (Peter F. Drucker)

 

(2)

“Jika suatu umat melalaikan agamanya, maka umat tersebut akan dikuasai bangsa-bangsa lain. Jika satu umat abai dengan  hal yang bisa mengangkatnya meraih puncak peradaban, maka umat tersebut akan jadi tawanan keburukan bangsa lain.” (Sultan Erdogan)

 

(3)

Pandangan 2 tokoh dari dua kutub berbeda semakin meneguhkan, bahwa komunitas Ormas tidak bisa diabaikan atau dipandang sebelah mata. NU KH. Agiel Siradj sudah bisa dibaca arahnya.  Persis, Muhammadiyah, PUI, AlIrsyad, akan berada di pilihan berbeda.

 

(4)

Berkaca di Pilgub Jabar 2008 dan 2013,  peran Ormas menggerakkan jamaahnya melalui media pengajian dan khutbah Jumat sangat signifikan. Sinergitas yang dibangun dengan Parpol (PKS, PAN, PBB) berbuah manis: Aher double winner.

 

(6)

Di 2008, Aher-Dede yang dianggap anak bawang, alhamdulillah dengan izin Allah, Hade menang sangat signifikan di 18 kota/kabupaten di Jawa Barat, yang rata-rata kemenangannya antara 36-58 % suara. Sedangkan  Aman hanya menang di 5 daerah yaitu Ciamis, Kuningan, Kab.Tasik, Sumedang, Subang. Dan Dai hanya menang di 3 Kabupaten yaitu Purwakarta, Indramayu dan Banjar.

 

(7)

Ternyata di Kokab yang menang itulah, pengaruh Ormas semisal PUI dan Muhammadiyah sangat mengakar dan menyebar. Plus kalangan NU non Gusdurian (biasanya pemilih PPP bukan PKB) menjadi penyumbang suara yang juga lumayan signifikan.

 

(8)

Model Pilgub Jabar ini diduplikasi Pilgub DKI Jakarta kemarin. Koalisi gemuk parpol pendukung Ahox, rontok di hadapan koalisi tulus ikhlas ormas Islam. Islam liljami’ wa Jakarta lil muslim menjadi tren. Ahox KO dengan selisih 20 %. Kemenangan yang menyakitkan 9 siluman dan genderewo berpangkat.

 

(9)

Aher pun pandai membalas jasa Ormas. Kendati kader PUI, Aher justru menjadi Bapak semua ormas Islam, tak terkecuali NU Gusdurian. Silaturahmi yang dijalin Aher pun sangat intens. Maka posisi Aher menjadi Ketua Pemenangan Pilgub Jabar, sejatinya membuka lebar bagi Ormas di Jabar.

 

(10)

Dedy Mizwar, Cagub seksi telah menunjukkan kelas narasinya. Berotak besar dan memiliki visi keumatan yang jelas, lugas, bernas. DPP PUI ada baiknya menjalin komunikasi dengan Demiz. Rekrut menjadi anggota kehormatan. Bukan demi uang, tapi demi memberi jalan terang agar Demiz tak dihantui dedemit yang menyesatkan.

Pilot dan Pramugara/i Pesawat Itu

Pilot dan Pramugara/i Pesawat Itu

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

2 minggu lalu, kami melakukan perjalanan dengan Saudia SV 815 Jakarta to Jeddah dan SV 816 Jeddah to Jakarta. Ada beberapa pengalaman.

 

(2)

Walaupun sama-sama satu perusahaan. Kami merasakan perlakuan dan sikap berbeda. Terutama pilot dan paramugara/i.

 

(3)

Pertama, saat boarding. Karena rombongan. Kami diwakili. Anehnya petugas darat tidak bisa membedakan calon penumpangnya.

 

(4)

Anak saya yang 9 bulan. Duduk di 50 J sendirian. Abinya di 47 H. Uminya di 40 E. Pasti bikin mumet. Pas komplain. Malah disuruh diam dan duduk.

 

(5)

Kedua, saat take off. Pilot nampak kasar. Kurang komunikatif. Terutama saat ada guncangan di tengah perjalanan.

 

(6)

Uniknya. Kru pesawat tidak memberikan hadiah cuma-cuma buat usia di bawah 3 tahun. Baru ngasih setelah diminta.

 

(7)

Ketiga, saat turun. Kami dibuat bingung. Kata kru pesawat. Tunggu dulu. Tapi giliran kita lama, eeh malah pasang wajah ketus.

 

(8)

Berbeda di penerbangan 816. Kami merasakan hal berbeda. Kru pesawat sangat kooperatif. Tidak mentang-mentang. Bahkan pilotnya pun, imformatif.

 

(9)

Saya dan keluarga tidak kenal siapa pilotnya. Kami tsiqoh 2000 % dan tawakal hanya kepada Allah. Namun dari 2 gaya pilot tadi, mana yang bikin tumakninah?

 

(10)

Kami pun paham. Kru pesawat itu adalah pekerjaan berat. Tapi, menyembunyikan ketegangan di balik senyum. Jauh menentramkan.

 

(11)

Sebagai penumpang. Kita tidak harus tahu banyak masalah pesawat,  rute penerbangan, musyawarah antar kru dan pilot co pilot.

 

(12)

Bagi kami. Yang penting sampai tujuan. Suguhan bergizi. Khidmat excellent. Soal ada guncangan. Kami tak berhak ikut rembug. Sebab kami terikat aturan harus pakai safety belt, melipat meja, menegakkan kursi.

 

(13)

Tapi. Minta tolong, kru pesawat jangan antikritik. Pahami latarbelakang penumpang. Berikan apa yang menjadi hak penumpang. Jangan bilang, pesawat ini tidak butuh anda. Anda yang butuh kami.

 

(14)

Sebab kalau penerbangan gak ada penumpang dan gak bayar tiket. Sebesar apapun perusahaan, akan bangkrut. Tengok Turkish Airlines. Kini jadi jawara Eropa dan dunia.

 

(15)

Perlakukan wajar saja, jika di antara kami berasal dari kampung. Gak ngerti kata PUSH…PULL..atau istilah Arab lain. Bimbing dengan bijak. Bukankah itu tugas kru pesawat.

 

(16)

Pilot juga jangan bilang kami sok tahu, kalau coba menerka ada apa di balik guncangan: petir kah? Angin kah? Atau ada serangan teror.

 

(17)

Nah pesan saya pada penumpang. Sabar. Duduk manis. Baca semua petunjuk perjalanan. Liat layar jangan hanya nonton hiburan. Satu lagi. Jangan berebutan.

 

(18)

  • Safety first. Sebab tak akan ada penerbangan yang menerlantarkan penumpangnya. Kecuali penerbangan yang abal-abal, tak punya misi NAIK…NAIK…

3 Kekuatan Memenangkan Pilgub Jabar

3 Kekuatan Memenangkan Pilgub Jabar
By: Nandang Burhanudin
******

(1)
Di tulisan kemarin, saya menyebut bahwa memenangkan anasir kebajikan di Pilgub Jabar adalah fardhu ‘ain: melekat pada jiwa setiap Muslim yang cinta Islam dan Indonesia.

(2)
Eksponen ABI 411, 212 yang berjumlah jutaan, cukup menggerakkan ruh-ruh perlawanan terhadap anarkisme keburukan. Selamatkan Jabar, untuk Indonesia selamat.

(3)
Mereka adalah kalangan terdidik, mukhlis, mukhlas dan tak memiliki tendensi politik selain mendorong penguasa agar mampu menghadirkan Syariat Allah dalam kehidupan.

(4)
The silent power. Tidak dikomando parpol tertentu. Steril dari taklimat ormas tertentu. Murni yang diperjuangkan, membela Islam dan menjaga izzah umat Islam di hadapan musuh.

(5)
Itulah kekuatan utama yang harus diresapi Cagub-Cawagub, meneguhkan Jabar paling tidak sama seperti yang dilakukan Aher, gubernur dari PKS.

(6)
Kekuatan selanjutnya adalah kekuatan relawan alias kader-kader PKS. Relawan yang seringkali tidak masuk dalam ongkos politik. Tapi selalu jadi suplemen yang menyegarkan.

(7)
Silahkan hitung ongkos politik Pilgub Jabar. Sekedar dana untuk fee saksi di 75.000 TPS, sudah belasan milyar. Khas untuk kader PKS, Calon hanya bermodal salaman.

(8)
Kader PKS juga rerata adalah aktivis kemanusiaan yang dekat dengan kaum kecil alias kaum marjinal. Tabungan kebaikan para relawan itulah yang membuat Calon tak perlu susah payah pasang iklan puluhan milyar.

(9)
Relawan PKS siap jadi penyambung lidah, sumber informasi, bahkan mengadvokasi. Hal yang mustahil dilakukan Cagub-Cawagub. Relawan PKS ujung tombak dan lebih sering juga menjadi ujung tombok.

(10)
Jadi kalau begitu, apa kerja Cagub-Cawagub? Fokuslah memperjuangkan narasi keumatan, supremasi hukum, keadilan sosial. Lalu perjelas sikap soal Meikarta, hak pribumi, dan jangan biarkan Jabar jadi pusat Kristenisasi.

(11)
Itu saja. Mudah kan? Sisanya, alumni 411, 212 dan relawan PKS siap berjibaku memperjuangkan. Ketahuilah, takdir kemenangan itu dekat.

Tn. Erdogan, Walikota yang Melegenda

Tn. Erdogan, Walikota yang Melegenda

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Tahun 1993, puncak gunung sampah itu meledak. Istambul menjadi kota bau. Area kota Umrania benar-benar tak layak disebut kota. Bau sampah tercium sampai jauh.

 

(2)

Setahun kemudian, Tn. Erdogan terpilih menjadi walikota Istanbul. Tanpa orasi klemar-klemer, Tn. Erdogan sukses menata Istanbul menjadi wahana surga.

 

(3)

5 tahun kemudian, area Umrania menjadi pusat perbankan nasional. Gedung-gedung tersusun rapih. Saat ini Umrania menjadi pusat bisnis mahal di Istanbul.

 

(4)

Prestasi Tn. Erdogan berbuah manis. Rakyat Turki mengganjarnya dengan kemenangan partai berhaluan Islam AKP dan didapuk memimpin Turki tahun 2002.

 

(5)

Kini elektabilitas Tn. Erdogan mencapai 67.6 % dan AKP nya meraih 46.7 %. Capaian suara yang tak bisa disamai partai liberalis sekularis. AKP di 16 tahun 16 Agustus kemarin banjir pujian.

 

(6)

Sukses Tn. Erdogan menjadi platform bagi seluruh walikota, gubernur, menteri AKP di seluruh Turki: menang untuk menjadi pelayan, bukan cenayang yang hobi pencitraan.

 

(7)

Mobil pejabat setingkat walikota, gubernur, menteri acap dipakai rakyat biasa. Tentu saat mereka mengadukan keluhan di hotline yang salah satunya terhubung langsung dengan Tn. Erdogan.

 

(8)

Tak perlu moneypolitic saat kampanye atau pencoblosan. Sebab semua pejabat sudah menggelontorkan APBN untuk melindungi dan melayani rakyat. Gratisss! Listrik, gas, RS, pendidikan, yansos.

 

(9)

AKP adalah partai Islam yang tidak sekedar jjalan taat dan tsiqoh, atau kebingungan menentukan arah partai. Step by step raihan perjuangan dicapai, nyaris tanpa sikut-sikat-sakit-sekat.

 

(10)

Balas budi rakyat Turki untuk Tn. Erdogan dan AKP adalah pengorbanan jiwa raga menentang aksi kudeta militer Juli 2016. Loyalitas rakyat buah dari integritas dan jejaring kesuksesan yang nyata dan terasa.

 

(11)

Kesuksesan AKP kini sering jadi cerita dunia Arab dan dunia Islam. Tapi ruang keterbacaan sebatas pada retorika untuk melahirkan diktator gaya baru yang minus prestasi.

 

(12)

Bravo Tn. Erdogan! Maafkan kami di Indonesia baru jualan slogan! Anda jadi legenda!

Gerakan Islam dan Perang Generasi Keempat

Gerakan Islam dan Perang Generasi Keempat
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Prof DR Roger Graudi, seorang filsuf Marxis Perancis yang telah menjadi Muslim menegaskan soal fenomena perang generasi keempat.

(2)
Menurutnya, perang Zero Capital alias Nol Modal akan digerakkan Barat untuk menghancurkan Islam dan umat Islam.

(3)
Cirinya: umat Islam saling terlibat konflik, lalu belanja persenjataan, lalu saling bunuh. Kemudian meminta Barat untuk menghentikan perang. Barat jelas menolak.

(4)
Perang nol modal, Barat sama sekali tidak mengalami kerugian. Malah mereka mendapatkan keuntungan berlipat dari bisnis senjata. Setelah itu mereka pula yang menikmati hasil.

(5)
Tengok perang di Syiria. Koalisi yang dipimpin Saudi kalah. Demikian halnya perang Saudi di Yaman. Saudi pun menyerah. Saudi makin malu dengan gagalnya mengembargo Qatar.

(6)
Saya menyebutnya, perang kesia-siaan. Ujungnya, Trump meraup ratusan milyar dollar dari bisnis persenjataan yang digunakan untuk membunuhi sesama bangsa sendiri.

(7)
Di kancah perpolitikan tanah air, nampaknya operasi generasi keempat ini masih canggih. Tengoklah cara mereka menghancurkan parpol berbasis massa Islam di Indonesia misalnya.

(8)
PPP, PKB, PAN, juga PKS. Mereka masuk menyusupkan agennya yang kemudian aktif menciptakan perpecahan. Sasaran ribut. Lalu meminta pengadilan menyelesaikan.

(9)
Kisruh di Golkar, PPP adalah contoh hangat. Ujungnya mudah ditebak. Kekuatan parpol tersebut goyah. KMP bubar. Lalu satu sama lain saling berlomba menjadi penjilat.

(10)
Galak terhadap internal umat. Husnuzhan pada eksternal adalah bukti kesuksesan perang generasi keempat. Teluk minus Qatar sangat galak pada HAMAS, tapi adem pada Israel.

(11)
Rerata perang generasi keempat sukses memunculkan rezim-rezim diktator, yang tak boleh disentuh kritik atau evaluasi. Baginya negara dan organisasi adalah warisan darah biru. Orang lain hanya penumpang.

(12)
Kesuksesan itu disebabkan terciptanya suasana risk averse, takut mengambil resiko. Nyaman berada di Comfort Zone. Semua berada di posisi safety player. Terlena pujian, lupa persiapan.

(13)
Alasannya apalagi kalau bukan hubbud dunya wakarahiyatul maut. AsSisi dan Jokowi nyaris tanpa perlawanan. Tapi Emir Tamim dan Tn. Erdogan memilih bangkit melawan.

(14)
Melawan atau tidak, ujung-ujungnya dihabisi. Percayalah, mereka tidak akan pernah membiarkan gerakan Islam membesar. Kisaran 2-7 % toleransi yang mereka berikan.

(15)
Jadi bagi gerakan Islam, sepatutnya menyiapkan diri; kenali musuhmu sebelum mengebiri saudaramu. Jika tak kenal musuh, siap-siap saja dipermainkan musuh.

 

 

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Bagi saya, Pemilu 2019 adalah momentum harbul wujud (perang eksistensi) antara kalangan Islam Nasionalis vs kalangan Sekuler Islamophobia, jika enggan disebut blok kekufuran dengan berbagai bentuknya.

(2)
Sinyal perang sudah ditabuh Viktor, Bilboard Dirgahayu RI oleh perempuan berpakaian tak sesuai adat-budaya Indonesia, tari perut saat bedah buku, patung Dewa PErang China di Tuban, hingga Meikarta dan seabreg kasus lainnya.

(3)
Bagi Muslim “normal” Indonesia, 2019 adalah perang armagedon setelah perang kemerdekaan, perang pembebasan Papua Barat, dan perang penumpasan PKI.Pilihannya, melawan bangkit! Atau diam dan siaplah untuk dijepit!

(4)
Kunci Pemilu 2019 dipegang PKS, satu-satunya partai Muslim yang masih punya power! Maka penyelamatan Indonesia tergantung keselamatan kapal besar PKS. Sedang keselamatan kapal, tergantung nahkodanya!

(5)
Anggaplah PKS dan jamaahnya adalah jelmaan dari Muhammad Al-Fatih, anak muda yang terobsesi menaklukkan Konstantinopel! Anda boleh setuju, boleh tidak. Tapi kokohnya pertahanan kalangan Islamophobia, mirip dengan kokohnya benteng Konstantinopel waktu itu.

(6)
Lalu apa yang dilakukan Muhammad Al-Fatih? Setidaknya ada beberapa hal;

(7)
Pertama, menyatukan Shaff (barisan) Muslim, mengikis ghill, suuzhon, dan menyelesaikan setiap pembangkangan dengan bijak, tanpa meninggalkan jejak luka!

(8)
Kedua, membersihkan pasukan Muslim dari anasir-anasir jahat yang merusak ukhuwwah (persaudaraan) dan mengotori hati dengan bisikan fitnah di internal.

(9)
Ketiga, menyebar intel-intel Muslim untuk merusak persatuan dan forum kekufuran. AlFatih di antaranya sukses mempertengkarkan antara Kristen Katholik Roma dengan Katholik di Bizantium.

(10)
Keempat, mempersiapkan media, alat, suplai logistik yang memadai untuk pertempuran yang berlangsung hingga kurang lebih 2 bulan lamanya. Meriam AlFatih yang tercanggih dan termodern saat itu adalah buktinya.

(11)
Kelima, menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit-prajurit tempur di segala medan laut, udara, darat, hingga pasukan bawah tanah.

(12)
Keenam, kualitas ruhiyah hablum minallah yang selalu ditegaskan Syaikh Aaq Syamsuddin, ulama dan guru spritual AlFatih.

(13)
Apakah PKS memiliki keenam prasyarat penyelamatan besar di atas? Jawabannya, tanyakan pada nurani masing-masing! istafti qalbaka!

(14)
Kunci penyelamatan Indonesia, bukan di Jakarta tapi sebenarnya di Jawa Barat. PKS selama 2 periode telah sukses (dalam hal tertentu) membawa Jawa Barat menjadi wilayah religius modern.

(15)
Contohnya, di saat anggaran Ormas Islam dihentikan oleh Jokowi. Aher, gubernur Jabar dari PKS justru menambah anggaran Ormas Islam. Bahkan setiap Ormas diberikan hibah kendaraan Innova terbaru.

(16)
Nah pertanyaannya, lalu mengapa untuk Pilkada Jabar 2018, PKS nampak kebingungan? Kebingungan sejak menentukan nama calon gubernur! Pertama ditentukan 2 dari tiga nama; Dr. Netty Heryawan, Ahmad Syaikhu, dan satu lagi yang tidak disebutkan: Haris Yuliana, Wakil Ketua DPRD I Jabar, lalu muncul nama MSI di kemudian hari.

(17)
Kendati Di pertemuan dengan Ormas Islam, saya hadir menjadi saksi, Habib Salim AlJufri sudah membuka diri bahwa PKS adalah kendaraan politik untuk semua ormas Islam. Nama calon pun tak kunjung ditentukan.

(18)
Tragisnya, PKS nampak dipusingkan dengan rayuan-rayuan maut kalangan Islamophobia.Mereka ingin membalikkan Pilkada Jabar 2008, dimana PKS sukses memunculkan perang jenderal, tapi dimenangkan Aher yang Kopral tak digenggam.

(19)
Memecah kelompok Islam sudah diwanti-wanti Dedi Mizwar. Aa Gym pun memilih mundur. Dengan demikian, nahkoda berada di PKS. Mau dibawa kemana harapan umat ini? Na’udzubillah jika Jabar jatuh ke parpol pendukung penista Al-Quran.

(20)
Saya berharap, nahkoda PKS sadar kondisi emergensi ini! Kalau tidak sadar, bisa jadi yang karam bukan hanya PKS tapi umat Islam Indonesia seluruhnya! Terbukti, DPR RI tanpa PKS di KMP menjadi kucing budukan. Tak ada nilai dan hanya jadi permainan!

(21)

Ayo nahkoda PKS, jangan banyak diam! Bangkitlah, harapan itu masih ada!

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Pecat memecat, bersih-bersih, pilah-pilih adalah hal lumrah dan wajar di sebuah organisasi. Apalagi jika didasari alasan kuat, kondisi mendesak, regenerasi, bukan like dislike atau pembersihan kalangan yang berbeda pandangan.

(2)
Koran Yeni Safaq misalnya, menegaskan indikasi penggantian pengurus AKP di semua level. Tak tanggung-tanggung, reorganisasi akan dilakukan oleh Presiden AKP yang juga Presiden Turki, Tn. Erdogan.

(3)
“Tidak mungkin kita melanjutkan perjuangan kita dengan sosok-sosok kader yang kapasitas leadershipnya minim. Rakyat Turki menunggu terobosan-terobosan kader AKP untuk melanjutkan pelayanan yang telah dimulai 15 tahun lalu”, tegas Tn. Erdogan.

(4)
“Turki kini head to head dengan 3 organisasi teroris; ISIS,Gulen, PKK. Tugas kader AKP, menjalis soliditas dengan rakyat selain yang paling utama menyandarkan kekuatan kepada Allah. Kita wajib bersatu melawan destroyer luar dalam.”

(5)
Harian Sabah, memuat statement Tn. Erdogan lainnya, “Di AKP, tidak ada lagi para petualang politik dan politikus petualang. Mereka yang mengalami kejenuhan dan tak menyiapkan kapasitasnya untuk menuju Turki 2023.”

(6)
AKP yang telah terbukti menjadi partai bersih, peduli, profesional, dan aktual terpercaya. Tak menutup kepada evaluasi, muhasabah, intropeksi dan tidak antipati pada kritik. Tn. Erdogan kokoh pada narasi besar: Turki 2023.

(7)
Karena visi itulah, sebagai lokomotif peta jalan, Tn. Erdogan tak kenal lelah menggedor jiwa-jiwa kader AKP untuk menjadi yang terbaik membangun negeri. Tidak terjebak pada remeh temeh dan konflik internal.

(8)
Jadi alasan pemecatan yang dilakukan Tn. Erdogan kepada kader AKP adalah; 1. Kapasitas leadership minim; 2. Misreading terhadap harapan rakyat; 3. Tidak siap berpacu dengan ide besar Turki 2023. Ingat bukan yang lain!

(9)
Tn. Erdogan sadar betul, pelbagai konflik di Timur Tengah terbukti sangat erat hubungannya dengan pelemahan Turki. Tragedi Syiria, Irak, hegemoni Iran, krisis Teluk, semua adalah kasus artifisial dengan Turki target utamanya.

(10)
PKK, Gulen, PYD, ISIS adalah organisasi-organisasi yang end usernya diketahui adalah Israel, AS, Iran, UE. Bahkan saat Assad bebas membunuhi rakyatnya, Turki ketiban jutaan pengungsi yang tak disentuh PBB sama sekali.

(11)
Tidak ada cara lain bagi Turki di era Tn. Erdogan, menjaga stabilitas Turki dengan kemajuan ekonomi, militer, teknologi di satu sisi. Plus rahman-rahim Turki sebagai “Pelindung rakyat-rakyat dunia yang dizhalimi.”

(12)
Karena Turki di bawah komando AKP, Tn. Erdogan harus pandai-pandai memilih SDM partai. SDM yang siap menjadi ujung tombak setiap program kemajuan Turki. Kader AKP yang utuh dan siap membuka kembali kejayaan Utsmani di masa datang.

(13)
Jadi bagi kader AKP, tidak ada alasan untuk terus menjadi komandan; jika tak punya kapasitas leadership dan tak memahami peta jalan perjuangan, apalagi menjadi elitis yang sekedar ingin eksis.

Mempermainkan Agama

Mempermainkan Agama

1. Karena khawatir pengaruh Saddam Husein membesar,jihad melawan rezim Saddam hukumnya wajib. Hasilnya; Saddam dimatikan.

Kini Syi’ah berkuasa mutlak di Irak dan Islam Sunni disingkirkan.

=> Anehnya tidak ada fatwa yang mewajibkan jihad melawan Israel.
2. Karena khawatir pengaruh Ikhwanul Muslimin di Mesir membesar, maka difatwakan “wajib” menghancurkan pengaruh Ikhwan

seperti fatwa wajib mengangkat senjata melawan Khilafah Utsmani yang pusatnya di Turki. Hasilnya; 7000 orang-orang terpilih

di Mesir menemui syahid, puluhan ribu ditangkap, ratusan ribu kehilangan pekerjaan.

=> Anehnya keluar fatwa haram demonstrasi dan melawan pemerintahan yang jelas-jelas telah menjadikan Rumah Rasul sebagai

toilet di Mekah.

3. Karena khawatir pengaruh Russia, maka difatwakan wajib berjihad di Syiria, chechnya. Namun saat Russia mengakui

pemerintahan kudeta di Mesir, mujahidin SYiria dibiarkan kembali dan kembali bermesraan dengan Russia.

=> Anehnya tidak ada fatwa melawan kezhaliman AS bahkan berkoalisi bersama AS-Israel menghancurkan Irak, Afghanistan.
4. Karena -katanya- khawatir pengaruh Syiah Iran, maka difatwakan untuk melawan Syiah dengan bekerjasama bersama Israel.

Padahal Iran dan Yahudi adalah satu akar dan satu rahim.
=> Anehnya menghancurkan kekuasaan pemimpin Sunni.

5. Karena antidemokrasi, maka difatwakan haram berpartai dan mengikuti demokrasi. Namun tak lama kemudian muncullah

Hizbun-Nur. Demokrasi haram tapi menikmati semua produk sistem demokrasi halal.

6. Terbaru, memfatwakan keabsahan mengembargo Qatar dari darat, udara, laut. Memiskinkan rakyat Muslim di Qatar dalam rangka mengganggu stabilitas politik dan ekonomi Qatar.

=> Di saat yang sama, menuduh HAMAS biangkerok dan memaafkan kejahatan Israel.

Semakin jelas siapa yang mempermainkan agama dan memperjualkan agama dengan yang memperjuangkan agama.

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam
By: Nandang Burhanudin
****

300 tahun Barat berkuasa, selama itu pula yang menjadi korban adalah dunia Islam (Arab dan non Arab). Dari penjajahan ke penjajahan. Prinsipnya sama; membuat rakyat di negeri-negeri Islam tak berdaya. Bedanya hanya di kemasan saja.

Maka selama 300 tahun itu pula, Barat memahami, titik krusial di kalangan umat Islam adalah dalam masalah kepemimpinan. Jangan sampai terjadi, dari rahim umat Islam lahir pemimpin-pemimpin berkualitas yang dapat mengelola harta kekayaan dan membebaskan negeri-negeri muslim dari penghambaan kepada produk-produk Barat.

Tidak ada proses melahirkan kepemimpinan Islam, selain musyawarah (syuuraa). Kualitas syuuraa tergantung pada kualitas anggota majlis syuuraa yang dipilih umat. Sedang kualitas umat sangat ditentukan oleh spirit Quran dan Sunnah yang membangkitkan semangat jihad untuk melawan penjajahan.

Maka langkah pertama yang dilakukan Barat adalah meniadakan atau menjauhkan makna jihad dalam kehidupan. Barat pun membuat gerakan-gerakan Islam yang antiJihad. Berdirilah tarekat yang antijihad di wilayah Arab, aliran Ahmadiyah di India, Snouck Hurgronje di Indonesia, Salafy Resmi di Saudi Arabia, Hizbut Tahrir di Palestina, dan gerakan-gerakan yang menjauhkan Islam dari jihad.

Bagi Barat, sistem apapun tidak terlalu penting untuk diterapkan di negara-negara Arab dan ISlam. Sistem kerajaan, monarchi, diktator, ataupun demokrasi. Fokus perhatian Barat adalah, jangan sampai ada pemimpin -terlepas apakah dia raja monarkhi, pemimpin diktator, atau presiden terpilih- yang berani melawan kepentingan Barat. Kepentingan ekonomi dan geostrategi. Barat menyadari, sumber kekayaan alam yang sudah menipis, maka tak ada cara Barat bertahan selain mengeksploitasi dunia Arab dan Islam. Diciptakanlah pemimpin-pemimpin boneka. Bisa raja, bisa pemimpin diktator, bisa presiden.

Oleh karena itu, saat sistem khilafah tegak berhadapan dengan Barat. Maka Barat menebar rayuan maut agar negara-negara Barat berontak. Konpensasinya, para pemberontak kepada khilafah Turki itu akan menjadi raja yang tentu tunduk pada kepentingan Barat. Jika para raja ini berani membantah, maka diancam dilengserkan dan sistem kerajaan akan diganti dengan sistem republik. Lahirlah pemimpin diktator yang tentu seiring sejalan dengan kepentingan Barat. Jika sang diktator ini berani mengarahkan senjata ke Barat, maka akan diganti dengan sistem demokrasi. Lahirlah presiden atau PM terpilih. Nah jika presiden terpilih ini berani melawan Barat, maka akan dikudeta.

Maka Barat sangat bahagia di kala umat Islam sibuk berdiam diri, meninggalkan jihad, tidak berdaya secara ekonomi, sibuk rebutan menjadi kuli, dan menghabiskan waktu menunggu keluarnya pemimpin/amir/imam Mahdi yang “masih di persembunyian”. Lalu umat meninggalkan jihad nyata di lapangan saat ini; PEMILU. Dalih dan dalilnya sangat shahih, namun tercerabut dari realitas. Maka di kala umat Islam golput dan Demokrasi itu haram, kaum Syi’ah-Liberal-Sekuler-LGBT-anggota Freemasonry-anggota Illuminati-Salibis-Zionis bersatu padu. Gereja menyerukan untuk wajib memilih. Mobilisasi kaum sekuler-Syi’ah-Liberal dilakukan. Bahkan dukungan media dan dana tak terbatas. Sedang umat Islam hanya teriak-teriak; Golput solusinya! Apapun masalahnya, Khilafah Solusinya! Demokrasi Haram!

Memang kini tengah tren, demokrasi itu haram di negara-negara Arab-negara Islam! Karena Barat tak ingin, demokrasi menjadi bumerang! Sayang umat Islam larut dalam khayal!

Tn. Erdogan Nan Membahayakan

Erdogan Nan Membahayakan
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Koran-koran Eropa tak kenal lelah menjuluki Tuan Erdogan sebagai fasis, diktator, dan penyumbat kebebasan berpendapat. Plus julukan sebagai Islamis.

(2)
Sesekali mereka menampilkan penangkapan wartawan, yang telah mencaci maki Tuan Erdogan siang malam 24 jam. Caci maki yang lebih pantas disebut fitnah.

(3)
Di kesempatan lain. Hizbut Tahrir melalui laman resminya, memuat tulisan Amal Erdogan dalam Sorotan. Ayat-ayat dan hadis dihadirkan. Erdogan sesat dan menyesatkan.

(4)
Dua julukan yang paradoks. Tapi menuju satu target: MENYINGKIRKAN ERDOGAN dari kancah perpolitikan internasional. Erdogan menjadi the common enemy. Musuh bersama.

(5)
Usut punya usut. Kebencian yang nampak di permukaan, mirip bola salju. Apa yang disembunyikan, jauh lebih besar. Mereka sepakat membenci Erdogan, sebab fakta:

(6)
Erdogan adalah Bapak Pembangunan Turki di bidang ekonomi dan strategi politik. 13 tahun lalu. Turki adalah pengemis hutang. Kini pemberi bantuan.

(7)
Erdogan adalah Bapak Turki Baru dengan visi 2023. Mengembalikan kejayaan Ottoman Empire, persis di hari 1 abad ulang tahun kehancurannya.

(8)
Erdogan adalah Bapak Mercusuar Turki. Proyek-proyek besarnya dibangun tanpa hutang. Kini memiliki 57 bandara (4 terbesar di dunia), jembatan, jalan, infrastruktur, pertanian, wisata.

(9)
Erdogan adalah Engeneer bagi peningkatan alat utama sistem persenjataan Turki. Kapal selam, kapal laut, kapal induk, pesawat tempur, helikopter, tank baja, senjata laras panjang, hingga satelit militer.

(10)
Erdogan adalah Bapak Sumber Daya Insani Turki. 2007, proyek 300.000 researcher dan tim inti alih teknologi dibentuk. 9 tahun kemudian, Turki menuai hasil gemilang di bidang sains teknologi.

(11)
Maka siapapun tak bisa meremehkan Turki kembali. Eropa takut. Kebangkitan ekonomi Turki, berdampak pada pemiskinan Eropa. Trauma kebijakan para sultan semisal Sulaiman Qanuni, Murad II, hingga AbdulHamid II masih menyeramkan.

(12)
Kepahlawanan Muhammad Al-Fatih dan sultan-sultan Utsmani di bidang militer, masih menyimpan trauma hingga saat ini. Mereka membayangkan, Turki menjadi superpower didukung spirit jihad militernya yang tak takut mati.

(13)
AS saja yang jaraknya jauh dari Turki, kini berharap cemas dan was-was. Turki yang sekuler, kini telah taubat nasuha. Turki yang sakit, kini telah bangkit. Turki yang tidur, kini telah bangun dengan gagah.

(14)
Wajar. Semua menanti kehancuran Erdogan. Minimal, tersingkir di gelanggang politik seperti Mursi terhempas di penjara. Namun sayang. ERdogan adalah pemain, yang paham logika musuh.

(15)
Lihat tatapannya. Perhatikan gestur tubuhnya. Simak kharisma bicaranya. Catat sepak terjangnya. Hanya kalangan dungu yang keras kepala saja, yang masih miring menilai Tuan Erdogan.

(16)
Saya pastikan. Akan ada komen gambar berupa foto Erdogan bersama Assad. Foto jadul, tahun 2010-2011, sebelum perang di Syiria. Atau rekaman Erdogan soal LGBT, yang juga jadul dengan terjemahan yang sudah mengalami penyimpangan.

(17)
Saya tidak akan terpengaruh. Teringat di masa Mursi berkuasa. Pidato beliau dipelintir terjemahannya. Lantas jadi amunisi pembenci dakwah politik. Dishare, tanpa pernah malu.

(18)
Tuan ERdogan. Doa kaum lemah, kaum yang dizhalimi bersama anda. Kami yakin, anda telah siap dengan strategi canggih. Strategi yang bukan teriakan takbir atau sebaran spanduk. Tapi strategi futuhat, dengan cinta dan senjata.

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.