Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Tn. Erdogan dan Para Mantan

Tn. Erdogan dan Para Mantan

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Meninjau sisi positif kepemimpinan Tn. Erdogan, selalu menarik untuk diperhatikan dan dijadikan pelajaran.

 

(2)

Tn. Erdogan jelas jauh dari kesempurnaan. Tapi beberapa tipikal kesempurnaan itu melekst erat di gaya kepemimpinannya.

 

(3)

Di antara hal langka adalah, sikap dan tindakan Tn. Erdogan pada para mantan, bagaimana beliau memosisikan dan memberi penghormatan.

 

(4)

Bagaimana Tn. Erdogan memperlakukan mantan Presiden Abdullah Gul, mantan PM Prof. Ahmet Davet Oglu, hingga mantan anak buah level terendah? ‘Ajiib, menakjubkan.

 

(5)

Nama-nama para mangan selalu disebutkan di setiap kesempatan. Bagi Tn. Erdogan, para mantan adalah elemen penting kemajuan AKP dan jamaahnya.

 

(6)

Selain disebutkan, Tn. Erdogan selalu mengkhususkan waktu untuk berjumpa dan mengajak hadir mereka di setiap acara, baik formal maupun informal.

 

(7)

Acara pernikahan, mantu, peresmian proyek, halal bihalal, jamuan makan, pengajian, sunatan cucu, hingga menghadiri bela sungkawa para orang tua sang mantan.

 

(8)

Hal menarik lainnya, Tn. Erdogan tidak pernah baper apalagi menyerang kekurangan para mantan.  Mengakui anugerah kelebihan, bagian dari akhlak luhur kepemimpinan.

 

(9)

Sebab itu, kita saksikan hampir tak ada gesekan apalagi perang cuitan di medsos. Apalagi menebar mata-mata untuk mengamati langkah gerak dan memperlakukan mantan seperti pesakitan.

 

(10)

Tn. Erdogan dengan visi besar, selalu menghargai narasi Profesor Davet Oglu, spirit ruhiyah Abdullah Gul, juga otak besarnya Ben Yedrim dan semangat para kadernya.

 

(11)

Keutuhan kader AKP jelas nomor 1, demi menyongsong Turki 2023 dan 2030. Tn. Erdogan sukses menutup celah kisruh di tubuh AKP, tanpa harus menebar propaganda tsiqoh dan taat.

 

(12)

Wajar bila para pemimpin dunia Islam, yang lahir dari gerakan Islam berguru kepada Tn. Erdogan. Mengapa beliau sukses mengelola negara dan mensejahterakan rakyat?

 

(13)

Semua diawali dari keterbukaan, evaluasi, pengorbanan ego, membuka komunikasi, menutup prasangka, menjalin silaturahmi, merasakan apa yang dirasakan orang lain.

 

(14)

Hal mudah dan murah. Tapi nampak sulit dilakukan, oleh pemimpin yang sibuk menebar pencitraan. Tapi minus kemampuan dan sibuk menganggap para mantan sebagai ancaman.

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Menakjubkan. Kesan saya saat merasakan kesyahduan rakyat Turki memperingati kegagalan kudeta, 15 Juli 2016 lalu.

 

(2)

Jutaan orang tumpah ruah ke jalan. Hanya aksi 212 yang bisa menandingi antusiasme umat, menentang segala arogansi.

 

(3)

Bila aksi 212 ditanggapi nynyir oleh Kiai Agiel Siraj. Aksi di Turki pun ditanggapi negatif oleh sopir Taxi berpenampilan urakan yang membawa saya dari area Bosphorus ke Mehmetbey.

 

(4)

Said Agiel bersama gerombolannya, dan sopir taxi bersama buzzer anti Tn. Erdogan, dipersatukan perilaku urakan dan sibuk cari makan. Menyerang dan menerkam siapapun yang tak sejalan.

 

(5)

Perilaku urakan, seakan mendapat tempat usai terpilihnya Donald Trump di AS. Urakan dalam segalanya. Tapi mudah ditebak, ujungnya adalah uang dan hegemoni kekuasaan.

 

(6)

Urakan bisa menimpa siapa saja: Presiden, menteri, kapolri, bahkan menimpa para penguasa ormas hingga parpol Islam. Tindakan pemecatan atau pelarangan berserikat, mengeluarkan pendapat kini jamak terjadi.

 

(7)

Rezim-rezim panik. Tak mampu mengontrol, ia main koprol. Apa penyebab seseorang bertindak urakan? Menurut John Smith, penyebabnya tidak memahami: What is your why?

 

(8)

Sosok urakan disebabkan 3 hal: Pertama, tidak memiliki saldo cinta. Kedua, tidak mampu menaklukkan waktu dsn menangkap momentum. Ketiga, tidak menyadari ia akan mati.

 

(9)

Saya merasa kasihan melihat manusia-manusia urakan yang tidak lagi muda, tapi tetap tak mampu menemukan jalan fitrohnya. Fitroh hidayah untuk taubat nashuha.

 

(10)

Semua mudah ditebak. Bayangan masa kecil dan masa lalu yang penuh syahwat dan syubhat, menjadi faktor utama tidak ajegnya seseorang bersikap. Jangan lupakan asupan dan pergaulan haram yang dianggap trendi.

 

(11)

Di titik ini, saya memahami, mengapa Tn. Erdogan -dengan segala kekurangannya sebagai manusia. Beliau memiliki 3 jurus pemimpin lurus: cinta, momentum, takut mati.

 

(12)

Tergambar dari dialog Erdogan kecil dengan ayahnya, “Ayah. Apakah aku ini seorang Lazon (muslim Georgia) atau Turki?” Ayahnya menjawab, “Tidak penting apa asalmu. Alhamdulillah kita menjadi muslim. Sebab nanti setelah mati, kita hanya ditanya, ‘Man Robbuka waman Nabiyyuka?”

 

(13)

Penanaman akidah menghujam sejak dini. Tentu berbeda dengan sosok yang tak pernah belajar akidah, atau belajarnya hanya sekedar teori ngaji untuk mencari sesuap nasi dan seutas sensasi.

 

(14)

Sebab dorongan akidah inilah. Tn. Erdogan sukses memimpin keluarga, mengelola partai Islam AKP, memimpin warga sebagai walikota, mensejahterakan rakyat kala menjadi PM, dan kini sebagai Presiden menjadi penolong rakyat dunia yang terzhalimi.

 

(15)

Lalu bila tidak demikian kondisi ketua parpol anda, walikota/bupati anda, menteri anda, presiden anda. Ketahuilah, anda sedang diposisikan urabam oleh sosok kurapan nan urakan.

 

Turkish, 18/07/17

Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

  1. Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Ada yang komen; “Gaza tidak butuh bantuan logistik. Gaza butuh senjata. Percuma diberi makan, lalu kemudian diserang ISrael dan tak bisa melawan.”

(2)

Anehnya si komentator adalah aktivis yang semangat mempersalahkan HAMAS saat perang melawan Israel. Juga giat mempengaruhi opini publik untuk mengkudeta Presiden Mursi.

 

(3)

Menurut Prof. DR. Zarqah, warga Palestina. Gaza bukan hanya diisolasi Israel. Tapi dibiarkan hancur oleh otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.

 

(4)

Gaza bagi Abbas, adalah penjara terbuka. Abbas menghukum HAMAS yang dianggapnya sebagai pengganggu kekuasaannya.

 

(5)

Gaza tidak diberikan dana sumbangan dunia via Abbas. Gaza sama sekali tidak diperhatikan, walau sekedar pemenuhan kehidupan dasar.

 

(6)

PBB memprediksi. Gaza di tahun 2020, mengalami puncak krisis air bersih. Belum problem pengangguran, listrik, dan lain sebagainya.

 

(7)

Kini. Ketika Turki, melalui Erdogan bangkit membantu GAza sebagai syarat hubungan diplomatik dengan Israel. Justru yang meradang adalah MAhmud Abbas.

 

(8)

Turki sudah siap membangun penyulingan air laut senilai 300 juta dollar AS. Turki pula yang membangun listrik terapung di perairan Gaza.

 

(9)

Erdogan menegaskan; “Rakyat Turki dan pemerintahnya, bekerja keras melindungi hak-hak bangsa Palestina di Gaza dan Tepi Barat.Kami pun tidak akan pernah melupakan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”

 

(10)

Bantuan Turki kemarin, sama dengan bantuan negara Arab selama 1 tahun. Bantuan yang seharusnya bisa lebih banyak lagi, jika saja perbatasan Rafah Mesir dibuka.

 

(11)

Tapi kita paham. Siapa penguasa Mesir saat ini. Mereka adalah mafia Israel yang siap menjual gurun Sinai kepada Israel. Sementara kalangan Muslim, sibuk bersaing rebutan mikrofon masjid.

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Lupakan kajian Sunnah dari ustadz Sunnah yang perangai dan sikap politiknya tidak sesuai Sunnah. Politik Sunnah yang dimaksud, negara harus menjadi pelindung agama, nyawa, harta, kehormatan, generasi, dan lingkungan.

(2)
Dimana para ustasz Sunnah, ketika Abdurrahman Rasyid, seorang intel Saudi yang menyamar menjadi wartawan dan menguasai media semisal AlArabiyah dan Asy-Syarq Ausath. Ia mengancam negara berdaulat Qatar, akan di”rab’ah”kan.

(3)
Tragedi Rab’ah, pembantaian ribuaan jamaah antikudeta dibantai di bulan Ramadhan usai peringatan Lailatul Qadar. Tidak hanya dibantai, mereka dibakar untuk kemudian disiram air tinja sebelum jasadnya dibuang percuma.

(4)
Tragedi kemanusiaan yang dilakukan AsSisi, Mendagri Mesir Ibrahim. Didanai Emirates Arab, Kuwait dan restu Raja Abdullah di Saudi Arabia. Sekali lagi, kalangan pengklaim Sunnah tidak jauh beda dengan kalangan pengklaim Aswaja, diam membisu. Apa sebab?

(5)
Sebab yang menjadi korban pro Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang dianggap ancaman oleh Yahudi Israel, disesatkan Salafy, dituduh anti tahlil oleh Aswaja, dianggap budak demokrasi oleh HT, diposisikan ancaman bagi rezim-rezim diktator.

(6)
Apa yang ditulis Abdurrahman Rasyid, semakin memperkuat peran Saudi dslam pembantaian Rab’ah. Ancaman yang nampak akan benar-benar direalisasikan: menginvasi Qatar secara militer dan menumbangkan Emir Tamim.

(7)
Qatar tentu berbeda dengan demonstran Rab’ah. Qatar semakin memperkokoh ikatan dengan Turki. Hal yang menakutkan koalisi Saudi, UAE, Bahrain, Mesir. Turki sudah mengirimkan armada militernya ke Qatar. Mesir menganggap Turki sedang show of force. Teluk mengancam UE, pilih mereka atau Qatar.

(8)
Saya prediksi, perang terhadap Qatar akan terjadi seiring pembukaan hubungan diplomatik antara Saudi dan Israel. Jika hal ini terjadi, maka target yang dibebankan Loby Yahudi kepada Donald Trump sempurna dijalankan. Qatar sudah jelas menolak 13 tuntutan yang dianggapnya hanya fitnah.

(9)
Pertanyaannya, apakah proposal Bernard Louis yang membagi Saudi menjadi 3 keemiran justru akan terjadi secepat yang direncanakan? Adapun Mesir, nampaknya deklarasi Republik Koptik dan pemindahan warga Palestina ke Sinai tinggal menghitung minggu.

(10)
Jadi pada faktanya, ustadz Sunnah tidak jauh beda dengan Kiai Aswaja. Perbedaan hanya di masalah tahlil, isbal, qunut. Tapi menjadi curiga, suara mereka hampir tak terdengar menyikapi pmbantaian manusia tak berdosa. Padahal melenyapkan satu nyawa manusia, sudah jelas dalil dari Quran dan Sunnah.

 

(11)

Saya selalu berdoa, Teluk dan negeri Hijaz kembali ke pangkuan Islam yang dibawa baginda Nabi. Islam yang tegas melawan arogansi kafir Quraisy dan koalisi Salibis, Zionis, Atheis. Bukan Islam yang sekedar jargon atau klaim yang tak bersenyawa dengan firman Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Jika di belahan bumi lainnya, kader muda partai berbasis massa Islam sedang diselimuti kegalauan, bahkan ketidakpercayaan diri para pemimpinnya. Tidak demikian halnya dengan kader muda partai Islam AKP di Turki.

(2)
Kader AKP berada di gelanggang, berbakti dsn mengabdi kepada umat dan bangsanya. Taat dan tsiqoh pada komando Tn. Erdogan, bjkan hanya sebagai qiyadah tapi juga qudwah nyata dalam kehidupan.

(3)
Salah satu aksi kader muda AKP adalah menandingi setiap demonstrasi maupun perang opini vis a vis kalangan sekuler, liberal dan Islamphobia Turki. Terutama setiap demo yang menyerang Tn. Erdogan.

(4)
Bagi kader muda AKP. Tn. Erdogan layak dicintai dan dilindungi. Bukan karena doktrin tsiqoh dan taat semata. Tapi karena Tn. Erdogan sukses melakukan prestasi luarbiasa bagi kebangkitan Turki.

(5)
Kebangkitan di bidang militer, pangan, obat-obatan, juga stabilitas ekonomi dan wibawa Turki di panggung dunia. Ditambah visi Tn. Erdogan yang jelas dan lugas, menyiapkan roadmap Turki 2023, 2030, 2050 hingga 2070.

(6)
Tn. Erdogan diakui sukses membangun kepercayaan diri kader muda AKP dalam mengeksplorasi kemampuan diri. Kader muda yang tidak sekedar disapa saat mau Pemilu, tapi dikelola dengan program nyata.

(7)
Itulah tadhiyyah Tn. Erdogan, investasi SDM. Pengorbanan level elit, yang di kemudian hari menjadi energi kaum muda dan rakyat awam, untuk rela berkorban jiwa raga dengan menggagalkan aksi kudeta.

(8)
Kader muda AKP paham, Barat yang dikomando AS dan UE, tengah giat melakukan operasi bumi hangus Islam dan umatnya. Tidak ada satu pun negeri Muslim yang merdeka 100 % dari pengaruh Barat.

(9)
Tapi Turki di tangan AKP, tengah menuju kemerdekaan itu. Turki seperti dikatakan Tn. Erdogan, bukan negeri yang jadi bahan bancakan atau permainan negara adidaya. Turki siap melawan di gelanggang.

(10)
Muhammad Erdogan, PJ AKP Timur Tengah menegaskan, “Turki tidak akan lagi tertipu dengan operasi licik kalangan Islamphobia. Mereka yang dulu mendemo Khilafah atas nama kebebasan. Kini mereka pula yang mendemo Tn. Erdogan atas nama keadilan.”

(11)
Kader muda AKP berterimakasih kepada Sang Mentor senior, Tn. Erdogan dan tim. Mereka telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk siap mengisi ruang kehidupan di Turki: militer, bisnis, pendidikan, konstruksi, dll.

(12)
Kader muda AKP nampak paling siap menjadi lokomotif kebangkitan umat Islam. Sedangkan kader muda Islam di dunia lain, berada dalam ruang pengap polusi konflik dan pembonsaian peran serta kekanak-kanakan para pemimpinnya.

GNPF, Jokowi dan Sikap Polri

GNPF, Jokowi dan Sikap Polri
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Dua kado pahit di hari Raya Idul Fitri sekaligus, mengaduk-aduk perasaan umat Islam yang tengah dibuat “mencret” oleh kebijakan rezim yang semena-mena menaikkan harga dengan dalih mencabut subsidi.

(2)
Kado pahit pertama, video Div. Humas Mabes Polri. Video khayalan yang menggambarkan sikap dan doktrin Polri terhadap umat Islam. Kesan yang ingin dimunculkan: umat Islam intoleran, fanatik, vis avis kemanusiaan.

(3)
Kado pahit kedua, pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi di istana negara. Pertemuan yang luput dari alumni aksi 212, 411 yang notabene tengah disibukkan persiapan mudik dan sebagian besar fokus pada Idul Fitri.

(4)
Sebagai alumnus aksi 212, 411, dan semua aksi menentang Penista Agama. Saya menolak segala kebijakan perwakilan GNPF di istana. Terlebih pertemuan tersebut sangat mudah dimanfaatksn untuk kepentingan Jokowi di Pilpres 2019.

(5)
Sepatutnya, GNPF MUI menyadari pentingnya menjaga “jarak” dengan penguasa dan aparat yang sudah terang benderang membenci Islam dan umatnya.
Kekuasaan yang diraih tidak menjadi ni’mah, tapi niqmah (bencana). 3 tahun berkuasa, nyaris tidak digunakan untuk kemaslahatan rakyat . Tapi untuk hegemoni pejabat dan para koruptor bejat.

(6)
Hawa nafsu menjadi panglima. Politik adu domba dan keresahan menjadi panduan. Pemimpin yang demikian, kata Imam al-Ghazali, telah menempatkan dirinya sebagai musuh Allah Ta’ala.

 

 

(7)
Rasulullah Saw. pernah mengingatkan, bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan tiga perkara. Pertama, apabila rakyat meminta/membutuhkan belas kasih, maka sang khalifah wajib berbagi kasih kepada mereka. Kedua, apabila menghukumi mereka maka berbuatlah adil. Ketiga, laksanakan apa yang telah kamu katakan (tidak menyalahi janji) (Al-Tibr al-Masbuk fii Nasihat al- Muluk, hal. 4).

(8)
Apakah GNPF MUI lupa saat aksi ingin jumpa Jokowi, malah dihujani peluru dan gas air mata? Apakah lupa, saat akan melakukan wisata AlMaidah: 51 di Jakarta, dituduh makar? Tidakkah meng-eja hati para relawan mujahidin tanah air, yang berkorban harta, waktu, tenaga lalu dituduh makar?

(9)
Saya bukan siapa-siapa. Tapi HUJJATUL  Islam Imam Al-Ghazali menasihati, “Sesungguhnya, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para penguasanya, dan kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama, dan kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan; dan barangsiapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).

(10)
Sudah betul apa yang dilakukan GNPF MUI selama ini: kritis dialogis dan jihadis. Tentu sangat disayangkan bila keceplosan memuja-muji rezim. Jika demikian adanya, tak jauh beds dengan barisan ulama suu lainnya.  Wallahu A’lam.

Qatar Memang Cetar

Qatar Memang Cetar

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Saya 2 bulan lalu sudah curiga, kedekatan yang begitu intens antara King Salman dengan mafia kudeta AsSisi. Disusul komentar wakil putra mahkota Saudi, “AsSisi adalah partner strategis yang hangat.”

 

(2)

Puncaknya, saat Trump datang ke Riyadh sebagai Amirul Mukmimin vs teoris, AsSisi bersama Trump dan King Salman menjadi pemegang bola dunia warna perak.

 

(3)

Trump dan AsSisi panen dollar. Kompensasinya, AsSisi menekan mahkamah Mesir untuk mengesahkan 2 pulau strategis milik Mesir ke Saudi Arabia.

 

(4)

Sedangkan Trump menjamin, singasana King Salman dan putranya, berikut dinasti AlSaud akan tetap kokoh berjaya.  500 M dollar telah disepakati.

 

(5)

 

Trump pun mendapat kalungan emas, 8 juta US dollar. Hadiah termahal yang diberikan raja Saudi kepada tamunya. Di twitter, Trump berceloteh, dirinya sukses membawa triliyunan dollar dari Teluk.

 

(6)

Sisanya dari mana? Dari UAE dan Qatar. Trump pun siap-siap memeras Iran. Namun khusus Qatar, ia menunda pembayaran.

 

(7)

Maka dibuatlah penimbul situasi. Diisukan bahwa Emir Qatar berkomentsr, “Trump bermasalah di negaranya dan akan diimpeach.”

 

(8)

Jelas, UAE tak menghentikan aksi spionase atas Qatar. Sebagaimana tak mengurangi aktivasi penyadapan untuk kerajaan Saudi.

 

(9)

Kita paham, siapa pengendali UAE sebenarnya. Jika alasannya Qatar menjalin kontak dengan Iran Syiah, Kuwair dan Oman juga melakukannya.

 

(10)

Jika alasan IM menguat, sangatlah mengada-ada. IM di pelbagai negara tengah berada di titik lemah. Perlu puluhan tahun untuk recovery.

 

(11)

Satu hal pasti, menghancurkan Qatar adalah bagian dari New Middle East Order versi 1976 yang baru terealisasi di 2017.

 

(12)

Rangkaian dari menghancurkan Mesir, Syam, Irak, Yaman, Turki. Lalu selanjutnya Teluk. Awalnya, Saudi akan dihabisi di 100 tahun peringatan berdirinya King Saud. Tapi totalitas mutlak pada AS, mengurungkan operasi itu terjadi.

 

(14)

Kini Timur Tengah baru sudah terbentuk. Israel menjadi sahabat Arab Sunni dan istri mut’ah Iran Syi’ah sekaligus. Negara Arab berperang satu sama lain, dalam perang ilusinasi.

 

(15)

Sedang musuh sebenarnya, Yahudi dan Syiah Iran dibiarkan menjadi superpower kawasan. Andaikan saja kudeta atas Erdogan sukses, negeri Sunni tinggal nama.

 

(16)

4 negara bisa sekejap memutus hubungam diplomatik dan embargo darat, laut, udara. Tapi tak mampu memutus hubungan dengan Israel setelah 6 dasawarsa. Embargo terhadap negara Muslim di bulan Ramadhan.

 

(17)

Tapi itulah cetarnya Qatar. Keistiqamahannya mendukung Palestina dan membela yang tertindas, dibalas pembiokotan. Bukan hal baru, sebab bangsa Arab sudah dirasuki nifak dan kekufuran.

 

(18)

Jangan heran, era Dajjal itu nyata. Jadi kalau Trump menuruti minum dengan tangan kanan, gak usah aneh. Sebab tangan kirinya siap menampung milyatan dollar.

 

 

Ghill

Ghill
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
“Jika dirimu ditendang dari belakang, berarti posisimu di depan.” Sungguh, umat Islam terus dirudung duka. Kala persatuan itu sekedar wacana.

(2)
Mahmud Abbas (Fatah), teramat membenci HAMAS, melebihi kebenciannya pada Israel. Oknum aparat yang muslim, nampak sangat membenci Habib Riziq, ulama, melebihi kebencian kepada bos narkoba.

(5)
Banser NU dan kader-kader liberal NU, sangat-sangat membenci FPI, melebihi kebencian kepada gembong OPM.

(6)
Benci dan ketidaksukaan, terpapar nampak di permukaan. Lalu kebencian yang terpendam, jauh lebih besar.

(7)
Kebencian itu ternyata bukan monopoli beda aliran, atau beda agama. Tapi lebih disebabkan, beda kepentingan.

(8)
Beda kepentingan, anak-cucu yang masih satu ibu-satu ayah, bisa saling bunuh saling mencelakakan.

(9)
Beda kepentingan, alumni satu madrasah atau satu pergerakan, bisa saling boikot dan saling menegasikan.

(10)
Wajar dalam doa yang dilantunkan baginda, tersurat kata al-ghill. “Jangan jadikan al-ghill merasuki hati kami, khususnya kepada rekan seiman seperjuangan.”

(11)
Tapi itu masalahnya. Maslahat dan muslihat, hanya beda tipis, setipis keikhlasan itu sendiri dalam perjuangan. Ujian sebenarnya, usai ghanimah semakin terbuka.

(12)
Rasul bertanya, “Kaum seperti apakah kalian nanti, jika Persia dan Romawi sudah berhasil ditaklukkan?” Dua peradaban, cermin keberlimpahan materi.

(12)
Abdurrahman bin Auf menjawab, “Tentu kami akan seperti apa yang Allah perintahkan kepada kami.” Sebuah keyakinan dari sahabat yang dikenal tadhiyyahnya.

(13)
Rasul langsung menafikan. “Atau tidak seperti itu?. Justru kalian saling bersaing, saling mendengki, saling membelakangi, lalu saling membenci atau seperti itu. Lalu kalian menyambangi kaum muhajirin yang miskin-miskin, setelah itu kalian mengadu domba satu sama lain (memperebutkan dukungan). [HR. Muslim juz 4, hal. 2274]

(14)
Apa yang disabdakan baginda, sangat kental terasa saat ini. Maka tarbiyah hakiki, bukan pada lingkaran atau pengajian. Tapi pada ujian pertama kali, terbukanya akses politik kekuasaan dan gemerlap duniawi.

 

Tipu-tipu

TIPU-TIPU
*****
By: Nandang Burhanudin
 
Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya. ” Bagaimana cara efektif menghancurkan Islam?”
 
Silang jawab terjadi. Ada yang dengan aksi militer. Embargo ekonomi. Islamophobia. Islamologi.
 
“Ya. Semua bisa. Tapi faktanya, Islam tetap jaya. Pengaruh Islam tak bisa dimatikan.” Ujar sang dosen.
 
Ada seorang mahasiswa yang mengacungkan tangan. “Boleh saya menjawab?”
 
“Silahkan!”
 
“Islam dirusak nilai dan esensinya dengan cara al-ghisyy: menyontek. Ajaran tipu menipu sejak dari TK hingga PT.”
 
“Apa alasannya?”
 
“Ya. Rasul menegaskan, siapa yang curang, bukan umatku.
 
1. Dokter yang lulus dari menipu, akan melahirkan mal praktek.
2. Polisi yang lulus dari menipu, akan memperdagangkan keadilan dan jadi jongos kaum bangsawan.
3. Hakim, Jaksa, yang lulus dari menipu akan menjual kasus.
4. Ustaz, kiai dari menipu maka ia akan jadi ulama suu yang tak empati dengan keadilan.
5. Tentara lulus dari menipu, akan takut mati membela negeri.
6. Pengusaha, bisnisman hasil menipu akan melakukan monopoli produk dan mempermainkan harga.
7. Pejabat yang lulus dari menipu akan akan memeras rakyat dan memiskinkan atas nama aturan.
 
Maka, Islam tidak ada nilainya. Sebab Islam kehilangan esensinya: Menjaga agama. Menjaga harta. Melindungi kehormatan dan lingkungan.”

Teror Negara

Teror Negara
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
14 Agustus 2013, di hari Kamis. Saat itu masih awal Ramadhan. Ribuan orang dibantai pasukan Mesir di Masjid Rab’ah Al’Adawiyyah.

(2)
Dunia pura-pura tutup mata. Bahkan UE, AS, negara Teluk merestui dan membackup dana. Para ulama suu turut memvonis, IM egois.

(3)
AsSisi semakin bernafsu memborbardir rakyat yang menolak kudeta. Puluhan ribu dipenjarakan. Disiksa. Diperkosa. Harta disita.

(4)
Semua aparat mendapat license to kill. Seluruh pelaku yang ditenggarai melanggar HAM, dibiarkan bebas.

(5)
Pelbagi episode genosida atas Muslim. Israel di Palestina. AsSisi di Mesir. Assad di Syiria. AS di Afghanistan, Irak. Rusia di Chechnya, Syiria. Iran di Irak-Yaman.
(6)
Korban terorisme negara mengalahkan yang dilakukan ISIS, AlQaida, Boko Haram, bahkan terorisme ala Hambali.

(7)
Terorisme negara pada dasarnya anak kandung dari rezim diktator. Kelakuannya meniadakan marwah dan kehormatan manusia. Perhatikan korban As-Sisi di Mesir dan Jokowi di Indonesia.

(8)
Teror dan korupsi adalah teror negara yang resmi dan didukung aparat berseragam. Teroris negara juga sebenarnya pencipta kelompok-kelompok teror. Supaya seru dan laku, Islam dan umatnya dikorbankan.

(9)
Jangan lupakan teror kenaikan harga-harga, pemeliharaan pengangguran, pemerkosaan keadilan, perselingkuhan hukum, keadilan transaksional, mafia-mafia atas nama negara, otoritas otoritarian yang terus merusak hak individu.

(10)
Terorisme negara memiliki kemampuan merekayasa kelompok teroris, pada hakikatnya rekaan sendiri. Namun membiarkan terorisme sebenarnya. Milisi-milisi dibentuk. Bom diledakkan. Demi melanggengkan diktator.

(11)
Jangan pernah percaya pada negara yang tidak sukses mensejahterakan rakyat dan mengangkat martabat warganya. Saat ia teriak teroris atau radikalis, sebenarnya ia tengah melakukan kejahatan sistematis.

(12)
Bisa korupsi atau penjarahan asset rakyat. Politik teror atas nama negara, belum berubah: mengangkat laler ijo, lalu menginjak-nginjak entitas rakyat yang anti status quo dan cenderung ikhlas berjuang demi negeri.

 

Teror Negara

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.