Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Bagi saya, Pemilu 2019 adalah momentum harbul wujud (perang eksistensi) antara kalangan Islam Nasionalis vs kalangan Sekuler Islamophobia, jika enggan disebut blok kekufuran dengan berbagai bentuknya.

(2)
Sinyal perang sudah ditabuh Viktor, Bilboard Dirgahayu RI oleh perempuan berpakaian tak sesuai adat-budaya Indonesia, tari perut saat bedah buku, patung Dewa PErang China di Tuban, hingga Meikarta dan seabreg kasus lainnya.

(3)
Bagi Muslim “normal” Indonesia, 2019 adalah perang armagedon setelah perang kemerdekaan, perang pembebasan Papua Barat, dan perang penumpasan PKI.Pilihannya, melawan bangkit! Atau diam dan siaplah untuk dijepit!

(4)
Kunci Pemilu 2019 dipegang PKS, satu-satunya partai Muslim yang masih punya power! Maka penyelamatan Indonesia tergantung keselamatan kapal besar PKS. Sedang keselamatan kapal, tergantung nahkodanya!

(5)
Anggaplah PKS dan jamaahnya adalah jelmaan dari Muhammad Al-Fatih, anak muda yang terobsesi menaklukkan Konstantinopel! Anda boleh setuju, boleh tidak. Tapi kokohnya pertahanan kalangan Islamophobia, mirip dengan kokohnya benteng Konstantinopel waktu itu.

(6)
Lalu apa yang dilakukan Muhammad Al-Fatih? Setidaknya ada beberapa hal;

(7)
Pertama, menyatukan Shaff (barisan) Muslim, mengikis ghill, suuzhon, dan menyelesaikan setiap pembangkangan dengan bijak, tanpa meninggalkan jejak luka!

(8)
Kedua, membersihkan pasukan Muslim dari anasir-anasir jahat yang merusak ukhuwwah (persaudaraan) dan mengotori hati dengan bisikan fitnah di internal.

(9)
Ketiga, menyebar intel-intel Muslim untuk merusak persatuan dan forum kekufuran. AlFatih di antaranya sukses mempertengkarkan antara Kristen Katholik Roma dengan Katholik di Bizantium.

(10)
Keempat, mempersiapkan media, alat, suplai logistik yang memadai untuk pertempuran yang berlangsung hingga kurang lebih 2 bulan lamanya. Meriam AlFatih yang tercanggih dan termodern saat itu adalah buktinya.

(11)
Kelima, menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit-prajurit tempur di segala medan laut, udara, darat, hingga pasukan bawah tanah.

(12)
Keenam, kualitas ruhiyah hablum minallah yang selalu ditegaskan Syaikh Aaq Syamsuddin, ulama dan guru spritual AlFatih.

(13)
Apakah PKS memiliki keenam prasyarat penyelamatan besar di atas? Jawabannya, tanyakan pada nurani masing-masing! istafti qalbaka!

(14)
Kunci penyelamatan Indonesia, bukan di Jakarta tapi sebenarnya di Jawa Barat. PKS selama 2 periode telah sukses (dalam hal tertentu) membawa Jawa Barat menjadi wilayah religius modern.

(15)
Contohnya, di saat anggaran Ormas Islam dihentikan oleh Jokowi. Aher, gubernur Jabar dari PKS justru menambah anggaran Ormas Islam. Bahkan setiap Ormas diberikan hibah kendaraan Innova terbaru.

(16)
Nah pertanyaannya, lalu mengapa untuk Pilkada Jabar 2018, PKS nampak kebingungan? Kebingungan sejak menentukan nama calon gubernur! Pertama ditentukan 2 dari tiga nama; Dr. Netty Heryawan, Ahmad Syaikhu, dan satu lagi yang tidak disebutkan: Haris Yuliana, Wakil Ketua DPRD I Jabar, lalu muncul nama MSI di kemudian hari.

(17)
Kendati Di pertemuan dengan Ormas Islam, saya hadir menjadi saksi, Habib Salim AlJufri sudah membuka diri bahwa PKS adalah kendaraan politik untuk semua ormas Islam. Nama calon pun tak kunjung ditentukan.

(18)
Tragisnya, PKS nampak dipusingkan dengan rayuan-rayuan maut kalangan Islamophobia.Mereka ingin membalikkan Pilkada Jabar 2008, dimana PKS sukses memunculkan perang jenderal, tapi dimenangkan Aher yang Kopral tak digenggam.

(19)
Memecah kelompok Islam sudah diwanti-wanti Dedi Mizwar. Aa Gym pun memilih mundur. Dengan demikian, nahkoda berada di PKS. Mau dibawa kemana harapan umat ini? Na’udzubillah jika Jabar jatuh ke parpol pendukung penista Al-Quran.

(20)
Saya berharap, nahkoda PKS sadar kondisi emergensi ini! Kalau tidak sadar, bisa jadi yang karam bukan hanya PKS tapi umat Islam Indonesia seluruhnya! Terbukti, DPR RI tanpa PKS di KMP menjadi kucing budukan. Tak ada nilai dan hanya jadi permainan!

(21)

Ayo nahkoda PKS, jangan banyak diam! Bangkitlah, harapan itu masih ada!

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Pecat memecat, bersih-bersih, pilah-pilih adalah hal lumrah dan wajar di sebuah organisasi. Apalagi jika didasari alasan kuat, kondisi mendesak, regenerasi, bukan like dislike atau pembersihan kalangan yang berbeda pandangan.

(2)
Koran Yeni Safaq misalnya, menegaskan indikasi penggantian pengurus AKP di semua level. Tak tanggung-tanggung, reorganisasi akan dilakukan oleh Presiden AKP yang juga Presiden Turki, Tn. Erdogan.

(3)
“Tidak mungkin kita melanjutkan perjuangan kita dengan sosok-sosok kader yang kapasitas leadershipnya minim. Rakyat Turki menunggu terobosan-terobosan kader AKP untuk melanjutkan pelayanan yang telah dimulai 15 tahun lalu”, tegas Tn. Erdogan.

(4)
“Turki kini head to head dengan 3 organisasi teroris; ISIS,Gulen, PKK. Tugas kader AKP, menjalis soliditas dengan rakyat selain yang paling utama menyandarkan kekuatan kepada Allah. Kita wajib bersatu melawan destroyer luar dalam.”

(5)
Harian Sabah, memuat statement Tn. Erdogan lainnya, “Di AKP, tidak ada lagi para petualang politik dan politikus petualang. Mereka yang mengalami kejenuhan dan tak menyiapkan kapasitasnya untuk menuju Turki 2023.”

(6)
AKP yang telah terbukti menjadi partai bersih, peduli, profesional, dan aktual terpercaya. Tak menutup kepada evaluasi, muhasabah, intropeksi dan tidak antipati pada kritik. Tn. Erdogan kokoh pada narasi besar: Turki 2023.

(7)
Karena visi itulah, sebagai lokomotif peta jalan, Tn. Erdogan tak kenal lelah menggedor jiwa-jiwa kader AKP untuk menjadi yang terbaik membangun negeri. Tidak terjebak pada remeh temeh dan konflik internal.

(8)
Jadi alasan pemecatan yang dilakukan Tn. Erdogan kepada kader AKP adalah; 1. Kapasitas leadership minim; 2. Misreading terhadap harapan rakyat; 3. Tidak siap berpacu dengan ide besar Turki 2023. Ingat bukan yang lain!

(9)
Tn. Erdogan sadar betul, pelbagai konflik di Timur Tengah terbukti sangat erat hubungannya dengan pelemahan Turki. Tragedi Syiria, Irak, hegemoni Iran, krisis Teluk, semua adalah kasus artifisial dengan Turki target utamanya.

(10)
PKK, Gulen, PYD, ISIS adalah organisasi-organisasi yang end usernya diketahui adalah Israel, AS, Iran, UE. Bahkan saat Assad bebas membunuhi rakyatnya, Turki ketiban jutaan pengungsi yang tak disentuh PBB sama sekali.

(11)
Tidak ada cara lain bagi Turki di era Tn. Erdogan, menjaga stabilitas Turki dengan kemajuan ekonomi, militer, teknologi di satu sisi. Plus rahman-rahim Turki sebagai “Pelindung rakyat-rakyat dunia yang dizhalimi.”

(12)
Karena Turki di bawah komando AKP, Tn. Erdogan harus pandai-pandai memilih SDM partai. SDM yang siap menjadi ujung tombak setiap program kemajuan Turki. Kader AKP yang utuh dan siap membuka kembali kejayaan Utsmani di masa datang.

(13)
Jadi bagi kader AKP, tidak ada alasan untuk terus menjadi komandan; jika tak punya kapasitas leadership dan tak memahami peta jalan perjuangan, apalagi menjadi elitis yang sekedar ingin eksis.

Mempermainkan Agama

Mempermainkan Agama

1. Karena khawatir pengaruh Saddam Husein membesar,jihad melawan rezim Saddam hukumnya wajib. Hasilnya; Saddam dimatikan.

Kini Syi’ah berkuasa mutlak di Irak dan Islam Sunni disingkirkan.

=> Anehnya tidak ada fatwa yang mewajibkan jihad melawan Israel.
2. Karena khawatir pengaruh Ikhwanul Muslimin di Mesir membesar, maka difatwakan “wajib” menghancurkan pengaruh Ikhwan

seperti fatwa wajib mengangkat senjata melawan Khilafah Utsmani yang pusatnya di Turki. Hasilnya; 7000 orang-orang terpilih

di Mesir menemui syahid, puluhan ribu ditangkap, ratusan ribu kehilangan pekerjaan.

=> Anehnya keluar fatwa haram demonstrasi dan melawan pemerintahan yang jelas-jelas telah menjadikan Rumah Rasul sebagai

toilet di Mekah.

3. Karena khawatir pengaruh Russia, maka difatwakan wajib berjihad di Syiria, chechnya. Namun saat Russia mengakui

pemerintahan kudeta di Mesir, mujahidin SYiria dibiarkan kembali dan kembali bermesraan dengan Russia.

=> Anehnya tidak ada fatwa melawan kezhaliman AS bahkan berkoalisi bersama AS-Israel menghancurkan Irak, Afghanistan.
4. Karena -katanya- khawatir pengaruh Syiah Iran, maka difatwakan untuk melawan Syiah dengan bekerjasama bersama Israel.

Padahal Iran dan Yahudi adalah satu akar dan satu rahim.
=> Anehnya menghancurkan kekuasaan pemimpin Sunni.

5. Karena antidemokrasi, maka difatwakan haram berpartai dan mengikuti demokrasi. Namun tak lama kemudian muncullah

Hizbun-Nur. Demokrasi haram tapi menikmati semua produk sistem demokrasi halal.

6. Terbaru, memfatwakan keabsahan mengembargo Qatar dari darat, udara, laut. Memiskinkan rakyat Muslim di Qatar dalam rangka mengganggu stabilitas politik dan ekonomi Qatar.

=> Di saat yang sama, menuduh HAMAS biangkerok dan memaafkan kejahatan Israel.

Semakin jelas siapa yang mempermainkan agama dan memperjualkan agama dengan yang memperjuangkan agama.

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam
By: Nandang Burhanudin
****

300 tahun Barat berkuasa, selama itu pula yang menjadi korban adalah dunia Islam (Arab dan non Arab). Dari penjajahan ke penjajahan. Prinsipnya sama; membuat rakyat di negeri-negeri Islam tak berdaya. Bedanya hanya di kemasan saja.

Maka selama 300 tahun itu pula, Barat memahami, titik krusial di kalangan umat Islam adalah dalam masalah kepemimpinan. Jangan sampai terjadi, dari rahim umat Islam lahir pemimpin-pemimpin berkualitas yang dapat mengelola harta kekayaan dan membebaskan negeri-negeri muslim dari penghambaan kepada produk-produk Barat.

Tidak ada proses melahirkan kepemimpinan Islam, selain musyawarah (syuuraa). Kualitas syuuraa tergantung pada kualitas anggota majlis syuuraa yang dipilih umat. Sedang kualitas umat sangat ditentukan oleh spirit Quran dan Sunnah yang membangkitkan semangat jihad untuk melawan penjajahan.

Maka langkah pertama yang dilakukan Barat adalah meniadakan atau menjauhkan makna jihad dalam kehidupan. Barat pun membuat gerakan-gerakan Islam yang antiJihad. Berdirilah tarekat yang antijihad di wilayah Arab, aliran Ahmadiyah di India, Snouck Hurgronje di Indonesia, Salafy Resmi di Saudi Arabia, Hizbut Tahrir di Palestina, dan gerakan-gerakan yang menjauhkan Islam dari jihad.

Bagi Barat, sistem apapun tidak terlalu penting untuk diterapkan di negara-negara Arab dan ISlam. Sistem kerajaan, monarchi, diktator, ataupun demokrasi. Fokus perhatian Barat adalah, jangan sampai ada pemimpin -terlepas apakah dia raja monarkhi, pemimpin diktator, atau presiden terpilih- yang berani melawan kepentingan Barat. Kepentingan ekonomi dan geostrategi. Barat menyadari, sumber kekayaan alam yang sudah menipis, maka tak ada cara Barat bertahan selain mengeksploitasi dunia Arab dan Islam. Diciptakanlah pemimpin-pemimpin boneka. Bisa raja, bisa pemimpin diktator, bisa presiden.

Oleh karena itu, saat sistem khilafah tegak berhadapan dengan Barat. Maka Barat menebar rayuan maut agar negara-negara Barat berontak. Konpensasinya, para pemberontak kepada khilafah Turki itu akan menjadi raja yang tentu tunduk pada kepentingan Barat. Jika para raja ini berani membantah, maka diancam dilengserkan dan sistem kerajaan akan diganti dengan sistem republik. Lahirlah pemimpin diktator yang tentu seiring sejalan dengan kepentingan Barat. Jika sang diktator ini berani mengarahkan senjata ke Barat, maka akan diganti dengan sistem demokrasi. Lahirlah presiden atau PM terpilih. Nah jika presiden terpilih ini berani melawan Barat, maka akan dikudeta.

Maka Barat sangat bahagia di kala umat Islam sibuk berdiam diri, meninggalkan jihad, tidak berdaya secara ekonomi, sibuk rebutan menjadi kuli, dan menghabiskan waktu menunggu keluarnya pemimpin/amir/imam Mahdi yang “masih di persembunyian”. Lalu umat meninggalkan jihad nyata di lapangan saat ini; PEMILU. Dalih dan dalilnya sangat shahih, namun tercerabut dari realitas. Maka di kala umat Islam golput dan Demokrasi itu haram, kaum Syi’ah-Liberal-Sekuler-LGBT-anggota Freemasonry-anggota Illuminati-Salibis-Zionis bersatu padu. Gereja menyerukan untuk wajib memilih. Mobilisasi kaum sekuler-Syi’ah-Liberal dilakukan. Bahkan dukungan media dan dana tak terbatas. Sedang umat Islam hanya teriak-teriak; Golput solusinya! Apapun masalahnya, Khilafah Solusinya! Demokrasi Haram!

Memang kini tengah tren, demokrasi itu haram di negara-negara Arab-negara Islam! Karena Barat tak ingin, demokrasi menjadi bumerang! Sayang umat Islam larut dalam khayal!

Tn. Erdogan Nan Membahayakan

Erdogan Nan Membahayakan
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Koran-koran Eropa tak kenal lelah menjuluki Tuan Erdogan sebagai fasis, diktator, dan penyumbat kebebasan berpendapat. Plus julukan sebagai Islamis.

(2)
Sesekali mereka menampilkan penangkapan wartawan, yang telah mencaci maki Tuan Erdogan siang malam 24 jam. Caci maki yang lebih pantas disebut fitnah.

(3)
Di kesempatan lain. Hizbut Tahrir melalui laman resminya, memuat tulisan Amal Erdogan dalam Sorotan. Ayat-ayat dan hadis dihadirkan. Erdogan sesat dan menyesatkan.

(4)
Dua julukan yang paradoks. Tapi menuju satu target: MENYINGKIRKAN ERDOGAN dari kancah perpolitikan internasional. Erdogan menjadi the common enemy. Musuh bersama.

(5)
Usut punya usut. Kebencian yang nampak di permukaan, mirip bola salju. Apa yang disembunyikan, jauh lebih besar. Mereka sepakat membenci Erdogan, sebab fakta:

(6)
Erdogan adalah Bapak Pembangunan Turki di bidang ekonomi dan strategi politik. 13 tahun lalu. Turki adalah pengemis hutang. Kini pemberi bantuan.

(7)
Erdogan adalah Bapak Turki Baru dengan visi 2023. Mengembalikan kejayaan Ottoman Empire, persis di hari 1 abad ulang tahun kehancurannya.

(8)
Erdogan adalah Bapak Mercusuar Turki. Proyek-proyek besarnya dibangun tanpa hutang. Kini memiliki 57 bandara (4 terbesar di dunia), jembatan, jalan, infrastruktur, pertanian, wisata.

(9)
Erdogan adalah Engeneer bagi peningkatan alat utama sistem persenjataan Turki. Kapal selam, kapal laut, kapal induk, pesawat tempur, helikopter, tank baja, senjata laras panjang, hingga satelit militer.

(10)
Erdogan adalah Bapak Sumber Daya Insani Turki. 2007, proyek 300.000 researcher dan tim inti alih teknologi dibentuk. 9 tahun kemudian, Turki menuai hasil gemilang di bidang sains teknologi.

(11)
Maka siapapun tak bisa meremehkan Turki kembali. Eropa takut. Kebangkitan ekonomi Turki, berdampak pada pemiskinan Eropa. Trauma kebijakan para sultan semisal Sulaiman Qanuni, Murad II, hingga AbdulHamid II masih menyeramkan.

(12)
Kepahlawanan Muhammad Al-Fatih dan sultan-sultan Utsmani di bidang militer, masih menyimpan trauma hingga saat ini. Mereka membayangkan, Turki menjadi superpower didukung spirit jihad militernya yang tak takut mati.

(13)
AS saja yang jaraknya jauh dari Turki, kini berharap cemas dan was-was. Turki yang sekuler, kini telah taubat nasuha. Turki yang sakit, kini telah bangkit. Turki yang tidur, kini telah bangun dengan gagah.

(14)
Wajar. Semua menanti kehancuran Erdogan. Minimal, tersingkir di gelanggang politik seperti Mursi terhempas di penjara. Namun sayang. ERdogan adalah pemain, yang paham logika musuh.

(15)
Lihat tatapannya. Perhatikan gestur tubuhnya. Simak kharisma bicaranya. Catat sepak terjangnya. Hanya kalangan dungu yang keras kepala saja, yang masih miring menilai Tuan Erdogan.

(16)
Saya pastikan. Akan ada komen gambar berupa foto Erdogan bersama Assad. Foto jadul, tahun 2010-2011, sebelum perang di Syiria. Atau rekaman Erdogan soal LGBT, yang juga jadul dengan terjemahan yang sudah mengalami penyimpangan.

(17)
Saya tidak akan terpengaruh. Teringat di masa Mursi berkuasa. Pidato beliau dipelintir terjemahannya. Lantas jadi amunisi pembenci dakwah politik. Dishare, tanpa pernah malu.

(18)
Tuan ERdogan. Doa kaum lemah, kaum yang dizhalimi bersama anda. Kami yakin, anda telah siap dengan strategi canggih. Strategi yang bukan teriakan takbir atau sebaran spanduk. Tapi strategi futuhat, dengan cinta dan senjata.

Tn. Erdogan dan Para Mantan

Tn. Erdogan dan Para Mantan

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Meninjau sisi positif kepemimpinan Tn. Erdogan, selalu menarik untuk diperhatikan dan dijadikan pelajaran.

 

(2)

Tn. Erdogan jelas jauh dari kesempurnaan. Tapi beberapa tipikal kesempurnaan itu melekst erat di gaya kepemimpinannya.

 

(3)

Di antara hal langka adalah, sikap dan tindakan Tn. Erdogan pada para mantan, bagaimana beliau memosisikan dan memberi penghormatan.

 

(4)

Bagaimana Tn. Erdogan memperlakukan mantan Presiden Abdullah Gul, mantan PM Prof. Ahmet Davet Oglu, hingga mantan anak buah level terendah? ‘Ajiib, menakjubkan.

 

(5)

Nama-nama para mangan selalu disebutkan di setiap kesempatan. Bagi Tn. Erdogan, para mantan adalah elemen penting kemajuan AKP dan jamaahnya.

 

(6)

Selain disebutkan, Tn. Erdogan selalu mengkhususkan waktu untuk berjumpa dan mengajak hadir mereka di setiap acara, baik formal maupun informal.

 

(7)

Acara pernikahan, mantu, peresmian proyek, halal bihalal, jamuan makan, pengajian, sunatan cucu, hingga menghadiri bela sungkawa para orang tua sang mantan.

 

(8)

Hal menarik lainnya, Tn. Erdogan tidak pernah baper apalagi menyerang kekurangan para mantan.  Mengakui anugerah kelebihan, bagian dari akhlak luhur kepemimpinan.

 

(9)

Sebab itu, kita saksikan hampir tak ada gesekan apalagi perang cuitan di medsos. Apalagi menebar mata-mata untuk mengamati langkah gerak dan memperlakukan mantan seperti pesakitan.

 

(10)

Tn. Erdogan dengan visi besar, selalu menghargai narasi Profesor Davet Oglu, spirit ruhiyah Abdullah Gul, juga otak besarnya Ben Yedrim dan semangat para kadernya.

 

(11)

Keutuhan kader AKP jelas nomor 1, demi menyongsong Turki 2023 dan 2030. Tn. Erdogan sukses menutup celah kisruh di tubuh AKP, tanpa harus menebar propaganda tsiqoh dan taat.

 

(12)

Wajar bila para pemimpin dunia Islam, yang lahir dari gerakan Islam berguru kepada Tn. Erdogan. Mengapa beliau sukses mengelola negara dan mensejahterakan rakyat?

 

(13)

Semua diawali dari keterbukaan, evaluasi, pengorbanan ego, membuka komunikasi, menutup prasangka, menjalin silaturahmi, merasakan apa yang dirasakan orang lain.

 

(14)

Hal mudah dan murah. Tapi nampak sulit dilakukan, oleh pemimpin yang sibuk menebar pencitraan. Tapi minus kemampuan dan sibuk menganggap para mantan sebagai ancaman.

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Menakjubkan. Kesan saya saat merasakan kesyahduan rakyat Turki memperingati kegagalan kudeta, 15 Juli 2016 lalu.

 

(2)

Jutaan orang tumpah ruah ke jalan. Hanya aksi 212 yang bisa menandingi antusiasme umat, menentang segala arogansi.

 

(3)

Bila aksi 212 ditanggapi nynyir oleh Kiai Agiel Siraj. Aksi di Turki pun ditanggapi negatif oleh sopir Taxi berpenampilan urakan yang membawa saya dari area Bosphorus ke Mehmetbey.

 

(4)

Said Agiel bersama gerombolannya, dan sopir taxi bersama buzzer anti Tn. Erdogan, dipersatukan perilaku urakan dan sibuk cari makan. Menyerang dan menerkam siapapun yang tak sejalan.

 

(5)

Perilaku urakan, seakan mendapat tempat usai terpilihnya Donald Trump di AS. Urakan dalam segalanya. Tapi mudah ditebak, ujungnya adalah uang dan hegemoni kekuasaan.

 

(6)

Urakan bisa menimpa siapa saja: Presiden, menteri, kapolri, bahkan menimpa para penguasa ormas hingga parpol Islam. Tindakan pemecatan atau pelarangan berserikat, mengeluarkan pendapat kini jamak terjadi.

 

(7)

Rezim-rezim panik. Tak mampu mengontrol, ia main koprol. Apa penyebab seseorang bertindak urakan? Menurut John Smith, penyebabnya tidak memahami: What is your why?

 

(8)

Sosok urakan disebabkan 3 hal: Pertama, tidak memiliki saldo cinta. Kedua, tidak mampu menaklukkan waktu dsn menangkap momentum. Ketiga, tidak menyadari ia akan mati.

 

(9)

Saya merasa kasihan melihat manusia-manusia urakan yang tidak lagi muda, tapi tetap tak mampu menemukan jalan fitrohnya. Fitroh hidayah untuk taubat nashuha.

 

(10)

Semua mudah ditebak. Bayangan masa kecil dan masa lalu yang penuh syahwat dan syubhat, menjadi faktor utama tidak ajegnya seseorang bersikap. Jangan lupakan asupan dan pergaulan haram yang dianggap trendi.

 

(11)

Di titik ini, saya memahami, mengapa Tn. Erdogan -dengan segala kekurangannya sebagai manusia. Beliau memiliki 3 jurus pemimpin lurus: cinta, momentum, takut mati.

 

(12)

Tergambar dari dialog Erdogan kecil dengan ayahnya, “Ayah. Apakah aku ini seorang Lazon (muslim Georgia) atau Turki?” Ayahnya menjawab, “Tidak penting apa asalmu. Alhamdulillah kita menjadi muslim. Sebab nanti setelah mati, kita hanya ditanya, ‘Man Robbuka waman Nabiyyuka?”

 

(13)

Penanaman akidah menghujam sejak dini. Tentu berbeda dengan sosok yang tak pernah belajar akidah, atau belajarnya hanya sekedar teori ngaji untuk mencari sesuap nasi dan seutas sensasi.

 

(14)

Sebab dorongan akidah inilah. Tn. Erdogan sukses memimpin keluarga, mengelola partai Islam AKP, memimpin warga sebagai walikota, mensejahterakan rakyat kala menjadi PM, dan kini sebagai Presiden menjadi penolong rakyat dunia yang terzhalimi.

 

(15)

Lalu bila tidak demikian kondisi ketua parpol anda, walikota/bupati anda, menteri anda, presiden anda. Ketahuilah, anda sedang diposisikan urabam oleh sosok kurapan nan urakan.

 

Turkish, 18/07/17

Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

  1. Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Ada yang komen; “Gaza tidak butuh bantuan logistik. Gaza butuh senjata. Percuma diberi makan, lalu kemudian diserang ISrael dan tak bisa melawan.”

(2)

Anehnya si komentator adalah aktivis yang semangat mempersalahkan HAMAS saat perang melawan Israel. Juga giat mempengaruhi opini publik untuk mengkudeta Presiden Mursi.

 

(3)

Menurut Prof. DR. Zarqah, warga Palestina. Gaza bukan hanya diisolasi Israel. Tapi dibiarkan hancur oleh otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.

 

(4)

Gaza bagi Abbas, adalah penjara terbuka. Abbas menghukum HAMAS yang dianggapnya sebagai pengganggu kekuasaannya.

 

(5)

Gaza tidak diberikan dana sumbangan dunia via Abbas. Gaza sama sekali tidak diperhatikan, walau sekedar pemenuhan kehidupan dasar.

 

(6)

PBB memprediksi. Gaza di tahun 2020, mengalami puncak krisis air bersih. Belum problem pengangguran, listrik, dan lain sebagainya.

 

(7)

Kini. Ketika Turki, melalui Erdogan bangkit membantu GAza sebagai syarat hubungan diplomatik dengan Israel. Justru yang meradang adalah MAhmud Abbas.

 

(8)

Turki sudah siap membangun penyulingan air laut senilai 300 juta dollar AS. Turki pula yang membangun listrik terapung di perairan Gaza.

 

(9)

Erdogan menegaskan; “Rakyat Turki dan pemerintahnya, bekerja keras melindungi hak-hak bangsa Palestina di Gaza dan Tepi Barat.Kami pun tidak akan pernah melupakan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”

 

(10)

Bantuan Turki kemarin, sama dengan bantuan negara Arab selama 1 tahun. Bantuan yang seharusnya bisa lebih banyak lagi, jika saja perbatasan Rafah Mesir dibuka.

 

(11)

Tapi kita paham. Siapa penguasa Mesir saat ini. Mereka adalah mafia Israel yang siap menjual gurun Sinai kepada Israel. Sementara kalangan Muslim, sibuk bersaing rebutan mikrofon masjid.

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Lupakan kajian Sunnah dari ustadz Sunnah yang perangai dan sikap politiknya tidak sesuai Sunnah. Politik Sunnah yang dimaksud, negara harus menjadi pelindung agama, nyawa, harta, kehormatan, generasi, dan lingkungan.

(2)
Dimana para ustasz Sunnah, ketika Abdurrahman Rasyid, seorang intel Saudi yang menyamar menjadi wartawan dan menguasai media semisal AlArabiyah dan Asy-Syarq Ausath. Ia mengancam negara berdaulat Qatar, akan di”rab’ah”kan.

(3)
Tragedi Rab’ah, pembantaian ribuaan jamaah antikudeta dibantai di bulan Ramadhan usai peringatan Lailatul Qadar. Tidak hanya dibantai, mereka dibakar untuk kemudian disiram air tinja sebelum jasadnya dibuang percuma.

(4)
Tragedi kemanusiaan yang dilakukan AsSisi, Mendagri Mesir Ibrahim. Didanai Emirates Arab, Kuwait dan restu Raja Abdullah di Saudi Arabia. Sekali lagi, kalangan pengklaim Sunnah tidak jauh beda dengan kalangan pengklaim Aswaja, diam membisu. Apa sebab?

(5)
Sebab yang menjadi korban pro Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang dianggap ancaman oleh Yahudi Israel, disesatkan Salafy, dituduh anti tahlil oleh Aswaja, dianggap budak demokrasi oleh HT, diposisikan ancaman bagi rezim-rezim diktator.

(6)
Apa yang ditulis Abdurrahman Rasyid, semakin memperkuat peran Saudi dslam pembantaian Rab’ah. Ancaman yang nampak akan benar-benar direalisasikan: menginvasi Qatar secara militer dan menumbangkan Emir Tamim.

(7)
Qatar tentu berbeda dengan demonstran Rab’ah. Qatar semakin memperkokoh ikatan dengan Turki. Hal yang menakutkan koalisi Saudi, UAE, Bahrain, Mesir. Turki sudah mengirimkan armada militernya ke Qatar. Mesir menganggap Turki sedang show of force. Teluk mengancam UE, pilih mereka atau Qatar.

(8)
Saya prediksi, perang terhadap Qatar akan terjadi seiring pembukaan hubungan diplomatik antara Saudi dan Israel. Jika hal ini terjadi, maka target yang dibebankan Loby Yahudi kepada Donald Trump sempurna dijalankan. Qatar sudah jelas menolak 13 tuntutan yang dianggapnya hanya fitnah.

(9)
Pertanyaannya, apakah proposal Bernard Louis yang membagi Saudi menjadi 3 keemiran justru akan terjadi secepat yang direncanakan? Adapun Mesir, nampaknya deklarasi Republik Koptik dan pemindahan warga Palestina ke Sinai tinggal menghitung minggu.

(10)
Jadi pada faktanya, ustadz Sunnah tidak jauh beda dengan Kiai Aswaja. Perbedaan hanya di masalah tahlil, isbal, qunut. Tapi menjadi curiga, suara mereka hampir tak terdengar menyikapi pmbantaian manusia tak berdosa. Padahal melenyapkan satu nyawa manusia, sudah jelas dalil dari Quran dan Sunnah.

 

(11)

Saya selalu berdoa, Teluk dan negeri Hijaz kembali ke pangkuan Islam yang dibawa baginda Nabi. Islam yang tegas melawan arogansi kafir Quraisy dan koalisi Salibis, Zionis, Atheis. Bukan Islam yang sekedar jargon atau klaim yang tak bersenyawa dengan firman Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Jika di belahan bumi lainnya, kader muda partai berbasis massa Islam sedang diselimuti kegalauan, bahkan ketidakpercayaan diri para pemimpinnya. Tidak demikian halnya dengan kader muda partai Islam AKP di Turki.

(2)
Kader AKP berada di gelanggang, berbakti dsn mengabdi kepada umat dan bangsanya. Taat dan tsiqoh pada komando Tn. Erdogan, bjkan hanya sebagai qiyadah tapi juga qudwah nyata dalam kehidupan.

(3)
Salah satu aksi kader muda AKP adalah menandingi setiap demonstrasi maupun perang opini vis a vis kalangan sekuler, liberal dan Islamphobia Turki. Terutama setiap demo yang menyerang Tn. Erdogan.

(4)
Bagi kader muda AKP. Tn. Erdogan layak dicintai dan dilindungi. Bukan karena doktrin tsiqoh dan taat semata. Tapi karena Tn. Erdogan sukses melakukan prestasi luarbiasa bagi kebangkitan Turki.

(5)
Kebangkitan di bidang militer, pangan, obat-obatan, juga stabilitas ekonomi dan wibawa Turki di panggung dunia. Ditambah visi Tn. Erdogan yang jelas dan lugas, menyiapkan roadmap Turki 2023, 2030, 2050 hingga 2070.

(6)
Tn. Erdogan diakui sukses membangun kepercayaan diri kader muda AKP dalam mengeksplorasi kemampuan diri. Kader muda yang tidak sekedar disapa saat mau Pemilu, tapi dikelola dengan program nyata.

(7)
Itulah tadhiyyah Tn. Erdogan, investasi SDM. Pengorbanan level elit, yang di kemudian hari menjadi energi kaum muda dan rakyat awam, untuk rela berkorban jiwa raga dengan menggagalkan aksi kudeta.

(8)
Kader muda AKP paham, Barat yang dikomando AS dan UE, tengah giat melakukan operasi bumi hangus Islam dan umatnya. Tidak ada satu pun negeri Muslim yang merdeka 100 % dari pengaruh Barat.

(9)
Tapi Turki di tangan AKP, tengah menuju kemerdekaan itu. Turki seperti dikatakan Tn. Erdogan, bukan negeri yang jadi bahan bancakan atau permainan negara adidaya. Turki siap melawan di gelanggang.

(10)
Muhammad Erdogan, PJ AKP Timur Tengah menegaskan, “Turki tidak akan lagi tertipu dengan operasi licik kalangan Islamphobia. Mereka yang dulu mendemo Khilafah atas nama kebebasan. Kini mereka pula yang mendemo Tn. Erdogan atas nama keadilan.”

(11)
Kader muda AKP berterimakasih kepada Sang Mentor senior, Tn. Erdogan dan tim. Mereka telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk siap mengisi ruang kehidupan di Turki: militer, bisnis, pendidikan, konstruksi, dll.

(12)
Kader muda AKP nampak paling siap menjadi lokomotif kebangkitan umat Islam. Sedangkan kader muda Islam di dunia lain, berada dalam ruang pengap polusi konflik dan pembonsaian peran serta kekanak-kanakan para pemimpinnya.

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.