Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Fitnah Ghanimah

Fitnah Ghanimah
By: Nandang Burhanudin
*****
(1)
Pasukan Jengiskhan yang panjangnya mencapai 650 km, sukses memorakmorandakan Asia Tengah hingga Azerbaijan, Iran, Armenia, dan Georgia saat ini.

(2)
Tersisa satu kawasan, yaitu Khawarizm di bawah komandan, kawasan yang dikomando Jalaluddin bin Muhammad bin Khawarizmsyah.

(3)
Khawarizm dikenal dengan bentengnya yang kokoh, kemampuan bertempur, SDA yang kaya melimpah. Pasukan Tartar memikirkan cara untuk menaklukkannya.

(4)
Cara terbaik ditempuh Jenngiskhan dengan melakukan pembantaian umat Islam di wilayah satelit Khawarizm, 700 ribu muslim menjadi korban.

(5)
Jalaludin bergeming. Ia menghimpun seluruh kekuatan. Turut bergabung panglima Saefudin Baghraq dengan 30 ribu pasukan dari Turki. Ia dikenal panglima gagah berani.

(6)
Turut memperkuat Malik Khan, emir kota Balq. Tempat yang di kemudian hari menjadi medan tempur pasukan Muslim vs pasukan Tartar yang belum terkalahkan.

(7)
Perang pertama berlangsung 3 hari. Umat Islam meraih kemenangan yang mempersatukan kekuatan Muslim. Pasukan Jalaludin dan pasukan sisa Muhammad bin Khawarizmsyah bersatu.

(8)
Jalaludin mengirimkan utusan, menantang Jengiskhan untuk bertempur kembali. Raut Jengiskhan menampakkan ketakutan. Ia pun mempersiapkan pasukan terbesar yang langsung ia pimpin bersama anak-anaknya.

(9)
Pertempuran tak dapat dihindari. Medan kali ini adalah Kabul, ibukota Afghanistan. Umat Islam kembali menang dan merebut ghanimah berlimpah.

(10)
Ghanimah! Sampai di sini, fitnah itu muncul. “Demi Allah, bukan kefakiran yang kutakutkan menimpa kalian. Tapi ketika dunia terbuka lebar untuk kalian, seperti terbuka lebar bagi umat sebelum kalian. Lalu kalian saling berkompetisi. Lalu dunia itu pun membinasakan kalian sebagaimana mereka dibinasakan.” Demikian sabda Nabi.

(11)
Benar saja. Saifuddin Baghraq, emir Turki dan Malikkhan, emir kota Hura meminta bagian dari ghanimah. Pertengkaran pun terjadi. Pedang tak bisa dihindari.

(12)
Maknawiyah Pasukan Muslim melemah. Fokus para pemimpin elit terpecah. Ghanimah yang tak seberapa memudarkan spirit ukhuwwah dan melalaikan dari kewajiban menghadang pasukan Tartar, yang beberapa kilo meter lagi ke pusat khilafah, Baghdad.

(13)
Kemangan dua kali di Ghazna dan Kabul tidak mampu dikapitalisasi. Kondisi ini justru dimanfaatkan Jengiskhan untuk memecah kebersamaan pasukan Muslim.

(14)
Benar saja. Jalaluddin memilih berpindah-pindah, ketakutan. Jengiskhan mengirim pasukan untuk mengintai. Setelah pindah-pindah dari Kabul, India, hingga Pakistan. Pasukan Jalaluddin pun dihabisi di sungai Sind.

(15)
Akhirnya, Khawarizm takluk. Jengiskhan dengan santai memperbudak para wanita, membantai lelaki, menyembelih anak-anak. Kota dibiarkan kosong, sebelum dimusnahkan.

(16)
Fitnah ghanimah akan terjadi sepanjang waktu dan marhalah perjuangan. Sepatutnya, setiap pejuang Muslim menata hati dan sikap menghadapi ghanimah. Ghanimah bisa bikin punah! Percayalah!

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.