Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

3 Kekuatan Memenangkan Pilgub Jabar

3 Kekuatan Memenangkan Pilgub Jabar
By: Nandang Burhanudin
******

(1)
Di tulisan kemarin, saya menyebut bahwa memenangkan anasir kebajikan di Pilgub Jabar adalah fardhu ‘ain: melekat pada jiwa setiap Muslim yang cinta Islam dan Indonesia.

(2)
Eksponen ABI 411, 212 yang berjumlah jutaan, cukup menggerakkan ruh-ruh perlawanan terhadap anarkisme keburukan. Selamatkan Jabar, untuk Indonesia selamat.

(3)
Mereka adalah kalangan terdidik, mukhlis, mukhlas dan tak memiliki tendensi politik selain mendorong penguasa agar mampu menghadirkan Syariat Allah dalam kehidupan.

(4)
The silent power. Tidak dikomando parpol tertentu. Steril dari taklimat ormas tertentu. Murni yang diperjuangkan, membela Islam dan menjaga izzah umat Islam di hadapan musuh.

(5)
Itulah kekuatan utama yang harus diresapi Cagub-Cawagub, meneguhkan Jabar paling tidak sama seperti yang dilakukan Aher, gubernur dari PKS.

(6)
Kekuatan selanjutnya adalah kekuatan relawan alias kader-kader PKS. Relawan yang seringkali tidak masuk dalam ongkos politik. Tapi selalu jadi suplemen yang menyegarkan.

(7)
Silahkan hitung ongkos politik Pilgub Jabar. Sekedar dana untuk fee saksi di 75.000 TPS, sudah belasan milyar. Khas untuk kader PKS, Calon hanya bermodal salaman.

(8)
Kader PKS juga rerata adalah aktivis kemanusiaan yang dekat dengan kaum kecil alias kaum marjinal. Tabungan kebaikan para relawan itulah yang membuat Calon tak perlu susah payah pasang iklan puluhan milyar.

(9)
Relawan PKS siap jadi penyambung lidah, sumber informasi, bahkan mengadvokasi. Hal yang mustahil dilakukan Cagub-Cawagub. Relawan PKS ujung tombak dan lebih sering juga menjadi ujung tombok.

(10)
Jadi kalau begitu, apa kerja Cagub-Cawagub? Fokuslah memperjuangkan narasi keumatan, supremasi hukum, keadilan sosial. Lalu perjelas sikap soal Meikarta, hak pribumi, dan jangan biarkan Jabar jadi pusat Kristenisasi.

(11)
Itu saja. Mudah kan? Sisanya, alumni 411, 212 dan relawan PKS siap berjibaku memperjuangkan. Ketahuilah, takdir kemenangan itu dekat.

Ukhuwwah Sang Landak

Ukhuwwah Sang Landak
By: Nandang Burhanudin
*****

Kita tahu landak berduri. Tajam. Mematikan. Tapi kita tak tahu. Ternyata dalam kondisi ekstrim dingin. Konon landak saling mendekat, menghangatkan tubuhnya.

Landak dihadapkan pada 2 pilihan. Tetap berjauhan. Namun rawan diterjang kematian. Atau mereka saling mendekatkan. Sakit memang. Tapi sakit yang tidak mematikan.

Pun demikian kita yang bukan makhluk setengah malaikat. Ada saat-saat ketika kita berjarak. Ruang itulah yang mematikan. Celah yang bisa dirasuki setan, jin dan manusia.

Sebaliknya. Ketika kita berdekatan. Kehangatan hadir mengisi relung jiwa hingga tulang belulang. Namun keakraban itu acap mendatangkan gap, mispersepsi, salah paham. Selama tidak mematikan. Rasa sakit itu justru menyehatkan.

Ketahuilah. Berharap meraup kawan tanpa cacat. Siap-siap kecewa berat. Mencari jalinan ukuwwah tanpa keluh kesah. Siap-siap gelisah. Kecewa. Sakit. Tersinggung. Semua lumrah.

Kita tak boleh lari. Sebab lari dari masalah cermin kita belum dewasa. Apalagi berbuat sesuka hati, seiring tongkat kuasa yang diselewengkan menjadi komando penentu hitam putih seseorang.

Berkaca pada landak. Tusukan durinya nan tajam. Justru menguatkan. Landak tahu. Jalin keselamatan dari cuaca dan situasi ekstrim, bukan dengan mencari aman. Tapi merasakan nyaman setiap duri kasih sayang.

Ukhuwwah landak mencengangkan!

Tn. Erdogan, Walikota yang Melegenda

Tn. Erdogan, Walikota yang Melegenda

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Tahun 1993, puncak gunung sampah itu meledak. Istambul menjadi kota bau. Area kota Umrania benar-benar tak layak disebut kota. Bau sampah tercium sampai jauh.

 

(2)

Setahun kemudian, Tn. Erdogan terpilih menjadi walikota Istanbul. Tanpa orasi klemar-klemer, Tn. Erdogan sukses menata Istanbul menjadi wahana surga.

 

(3)

5 tahun kemudian, area Umrania menjadi pusat perbankan nasional. Gedung-gedung tersusun rapih. Saat ini Umrania menjadi pusat bisnis mahal di Istanbul.

 

(4)

Prestasi Tn. Erdogan berbuah manis. Rakyat Turki mengganjarnya dengan kemenangan partai berhaluan Islam AKP dan didapuk memimpin Turki tahun 2002.

 

(5)

Kini elektabilitas Tn. Erdogan mencapai 67.6 % dan AKP nya meraih 46.7 %. Capaian suara yang tak bisa disamai partai liberalis sekularis. AKP di 16 tahun 16 Agustus kemarin banjir pujian.

 

(6)

Sukses Tn. Erdogan menjadi platform bagi seluruh walikota, gubernur, menteri AKP di seluruh Turki: menang untuk menjadi pelayan, bukan cenayang yang hobi pencitraan.

 

(7)

Mobil pejabat setingkat walikota, gubernur, menteri acap dipakai rakyat biasa. Tentu saat mereka mengadukan keluhan di hotline yang salah satunya terhubung langsung dengan Tn. Erdogan.

 

(8)

Tak perlu moneypolitic saat kampanye atau pencoblosan. Sebab semua pejabat sudah menggelontorkan APBN untuk melindungi dan melayani rakyat. Gratisss! Listrik, gas, RS, pendidikan, yansos.

 

(9)

AKP adalah partai Islam yang tidak sekedar jjalan taat dan tsiqoh, atau kebingungan menentukan arah partai. Step by step raihan perjuangan dicapai, nyaris tanpa sikut-sikat-sakit-sekat.

 

(10)

Balas budi rakyat Turki untuk Tn. Erdogan dan AKP adalah pengorbanan jiwa raga menentang aksi kudeta militer Juli 2016. Loyalitas rakyat buah dari integritas dan jejaring kesuksesan yang nyata dan terasa.

 

(11)

Kesuksesan AKP kini sering jadi cerita dunia Arab dan dunia Islam. Tapi ruang keterbacaan sebatas pada retorika untuk melahirkan diktator gaya baru yang minus prestasi.

 

(12)

Bravo Tn. Erdogan! Maafkan kami di Indonesia baru jualan slogan! Anda jadi legenda!

Gerakan Islam dan Perang Generasi Keempat

Gerakan Islam dan Perang Generasi Keempat
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Prof DR Roger Graudi, seorang filsuf Marxis Perancis yang telah menjadi Muslim menegaskan soal fenomena perang generasi keempat.

(2)
Menurutnya, perang Zero Capital alias Nol Modal akan digerakkan Barat untuk menghancurkan Islam dan umat Islam.

(3)
Cirinya: umat Islam saling terlibat konflik, lalu belanja persenjataan, lalu saling bunuh. Kemudian meminta Barat untuk menghentikan perang. Barat jelas menolak.

(4)
Perang nol modal, Barat sama sekali tidak mengalami kerugian. Malah mereka mendapatkan keuntungan berlipat dari bisnis senjata. Setelah itu mereka pula yang menikmati hasil.

(5)
Tengok perang di Syiria. Koalisi yang dipimpin Saudi kalah. Demikian halnya perang Saudi di Yaman. Saudi pun menyerah. Saudi makin malu dengan gagalnya mengembargo Qatar.

(6)
Saya menyebutnya, perang kesia-siaan. Ujungnya, Trump meraup ratusan milyar dollar dari bisnis persenjataan yang digunakan untuk membunuhi sesama bangsa sendiri.

(7)
Di kancah perpolitikan tanah air, nampaknya operasi generasi keempat ini masih canggih. Tengoklah cara mereka menghancurkan parpol berbasis massa Islam di Indonesia misalnya.

(8)
PPP, PKB, PAN, juga PKS. Mereka masuk menyusupkan agennya yang kemudian aktif menciptakan perpecahan. Sasaran ribut. Lalu meminta pengadilan menyelesaikan.

(9)
Kisruh di Golkar, PPP adalah contoh hangat. Ujungnya mudah ditebak. Kekuatan parpol tersebut goyah. KMP bubar. Lalu satu sama lain saling berlomba menjadi penjilat.

(10)
Galak terhadap internal umat. Husnuzhan pada eksternal adalah bukti kesuksesan perang generasi keempat. Teluk minus Qatar sangat galak pada HAMAS, tapi adem pada Israel.

(11)
Rerata perang generasi keempat sukses memunculkan rezim-rezim diktator, yang tak boleh disentuh kritik atau evaluasi. Baginya negara dan organisasi adalah warisan darah biru. Orang lain hanya penumpang.

(12)
Kesuksesan itu disebabkan terciptanya suasana risk averse, takut mengambil resiko. Nyaman berada di Comfort Zone. Semua berada di posisi safety player. Terlena pujian, lupa persiapan.

(13)
Alasannya apalagi kalau bukan hubbud dunya wakarahiyatul maut. AsSisi dan Jokowi nyaris tanpa perlawanan. Tapi Emir Tamim dan Tn. Erdogan memilih bangkit melawan.

(14)
Melawan atau tidak, ujung-ujungnya dihabisi. Percayalah, mereka tidak akan pernah membiarkan gerakan Islam membesar. Kisaran 2-7 % toleransi yang mereka berikan.

(15)
Jadi bagi gerakan Islam, sepatutnya menyiapkan diri; kenali musuhmu sebelum mengebiri saudaramu. Jika tak kenal musuh, siap-siap saja dipermainkan musuh.

 

 

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel

Pilkada Jabar dan Penaklukkan Konstantinopel
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Bagi saya, Pemilu 2019 adalah momentum harbul wujud (perang eksistensi) antara kalangan Islam Nasionalis vs kalangan Sekuler Islamophobia, jika enggan disebut blok kekufuran dengan berbagai bentuknya.

(2)
Sinyal perang sudah ditabuh Viktor, Bilboard Dirgahayu RI oleh perempuan berpakaian tak sesuai adat-budaya Indonesia, tari perut saat bedah buku, patung Dewa PErang China di Tuban, hingga Meikarta dan seabreg kasus lainnya.

(3)
Bagi Muslim “normal” Indonesia, 2019 adalah perang armagedon setelah perang kemerdekaan, perang pembebasan Papua Barat, dan perang penumpasan PKI.Pilihannya, melawan bangkit! Atau diam dan siaplah untuk dijepit!

(4)
Kunci Pemilu 2019 dipegang PKS, satu-satunya partai Muslim yang masih punya power! Maka penyelamatan Indonesia tergantung keselamatan kapal besar PKS. Sedang keselamatan kapal, tergantung nahkodanya!

(5)
Anggaplah PKS dan jamaahnya adalah jelmaan dari Muhammad Al-Fatih, anak muda yang terobsesi menaklukkan Konstantinopel! Anda boleh setuju, boleh tidak. Tapi kokohnya pertahanan kalangan Islamophobia, mirip dengan kokohnya benteng Konstantinopel waktu itu.

(6)
Lalu apa yang dilakukan Muhammad Al-Fatih? Setidaknya ada beberapa hal;

(7)
Pertama, menyatukan Shaff (barisan) Muslim, mengikis ghill, suuzhon, dan menyelesaikan setiap pembangkangan dengan bijak, tanpa meninggalkan jejak luka!

(8)
Kedua, membersihkan pasukan Muslim dari anasir-anasir jahat yang merusak ukhuwwah (persaudaraan) dan mengotori hati dengan bisikan fitnah di internal.

(9)
Ketiga, menyebar intel-intel Muslim untuk merusak persatuan dan forum kekufuran. AlFatih di antaranya sukses mempertengkarkan antara Kristen Katholik Roma dengan Katholik di Bizantium.

(10)
Keempat, mempersiapkan media, alat, suplai logistik yang memadai untuk pertempuran yang berlangsung hingga kurang lebih 2 bulan lamanya. Meriam AlFatih yang tercanggih dan termodern saat itu adalah buktinya.

(11)
Kelima, menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit-prajurit tempur di segala medan laut, udara, darat, hingga pasukan bawah tanah.

(12)
Keenam, kualitas ruhiyah hablum minallah yang selalu ditegaskan Syaikh Aaq Syamsuddin, ulama dan guru spritual AlFatih.

(13)
Apakah PKS memiliki keenam prasyarat penyelamatan besar di atas? Jawabannya, tanyakan pada nurani masing-masing! istafti qalbaka!

(14)
Kunci penyelamatan Indonesia, bukan di Jakarta tapi sebenarnya di Jawa Barat. PKS selama 2 periode telah sukses (dalam hal tertentu) membawa Jawa Barat menjadi wilayah religius modern.

(15)
Contohnya, di saat anggaran Ormas Islam dihentikan oleh Jokowi. Aher, gubernur Jabar dari PKS justru menambah anggaran Ormas Islam. Bahkan setiap Ormas diberikan hibah kendaraan Innova terbaru.

(16)
Nah pertanyaannya, lalu mengapa untuk Pilkada Jabar 2018, PKS nampak kebingungan? Kebingungan sejak menentukan nama calon gubernur! Pertama ditentukan 2 dari tiga nama; Dr. Netty Heryawan, Ahmad Syaikhu, dan satu lagi yang tidak disebutkan: Haris Yuliana, Wakil Ketua DPRD I Jabar, lalu muncul nama MSI di kemudian hari.

(17)
Kendati Di pertemuan dengan Ormas Islam, saya hadir menjadi saksi, Habib Salim AlJufri sudah membuka diri bahwa PKS adalah kendaraan politik untuk semua ormas Islam. Nama calon pun tak kunjung ditentukan.

(18)
Tragisnya, PKS nampak dipusingkan dengan rayuan-rayuan maut kalangan Islamophobia.Mereka ingin membalikkan Pilkada Jabar 2008, dimana PKS sukses memunculkan perang jenderal, tapi dimenangkan Aher yang Kopral tak digenggam.

(19)
Memecah kelompok Islam sudah diwanti-wanti Dedi Mizwar. Aa Gym pun memilih mundur. Dengan demikian, nahkoda berada di PKS. Mau dibawa kemana harapan umat ini? Na’udzubillah jika Jabar jatuh ke parpol pendukung penista Al-Quran.

(20)
Saya berharap, nahkoda PKS sadar kondisi emergensi ini! Kalau tidak sadar, bisa jadi yang karam bukan hanya PKS tapi umat Islam Indonesia seluruhnya! Terbukti, DPR RI tanpa PKS di KMP menjadi kucing budukan. Tak ada nilai dan hanya jadi permainan!

(21)

Ayo nahkoda PKS, jangan banyak diam! Bangkitlah, harapan itu masih ada!

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP

Tn. Erdogan pun, Memecat Kader-kader AKP
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Pecat memecat, bersih-bersih, pilah-pilih adalah hal lumrah dan wajar di sebuah organisasi. Apalagi jika didasari alasan kuat, kondisi mendesak, regenerasi, bukan like dislike atau pembersihan kalangan yang berbeda pandangan.

(2)
Koran Yeni Safaq misalnya, menegaskan indikasi penggantian pengurus AKP di semua level. Tak tanggung-tanggung, reorganisasi akan dilakukan oleh Presiden AKP yang juga Presiden Turki, Tn. Erdogan.

(3)
“Tidak mungkin kita melanjutkan perjuangan kita dengan sosok-sosok kader yang kapasitas leadershipnya minim. Rakyat Turki menunggu terobosan-terobosan kader AKP untuk melanjutkan pelayanan yang telah dimulai 15 tahun lalu”, tegas Tn. Erdogan.

(4)
“Turki kini head to head dengan 3 organisasi teroris; ISIS,Gulen, PKK. Tugas kader AKP, menjalis soliditas dengan rakyat selain yang paling utama menyandarkan kekuatan kepada Allah. Kita wajib bersatu melawan destroyer luar dalam.”

(5)
Harian Sabah, memuat statement Tn. Erdogan lainnya, “Di AKP, tidak ada lagi para petualang politik dan politikus petualang. Mereka yang mengalami kejenuhan dan tak menyiapkan kapasitasnya untuk menuju Turki 2023.”

(6)
AKP yang telah terbukti menjadi partai bersih, peduli, profesional, dan aktual terpercaya. Tak menutup kepada evaluasi, muhasabah, intropeksi dan tidak antipati pada kritik. Tn. Erdogan kokoh pada narasi besar: Turki 2023.

(7)
Karena visi itulah, sebagai lokomotif peta jalan, Tn. Erdogan tak kenal lelah menggedor jiwa-jiwa kader AKP untuk menjadi yang terbaik membangun negeri. Tidak terjebak pada remeh temeh dan konflik internal.

(8)
Jadi alasan pemecatan yang dilakukan Tn. Erdogan kepada kader AKP adalah; 1. Kapasitas leadership minim; 2. Misreading terhadap harapan rakyat; 3. Tidak siap berpacu dengan ide besar Turki 2023. Ingat bukan yang lain!

(9)
Tn. Erdogan sadar betul, pelbagai konflik di Timur Tengah terbukti sangat erat hubungannya dengan pelemahan Turki. Tragedi Syiria, Irak, hegemoni Iran, krisis Teluk, semua adalah kasus artifisial dengan Turki target utamanya.

(10)
PKK, Gulen, PYD, ISIS adalah organisasi-organisasi yang end usernya diketahui adalah Israel, AS, Iran, UE. Bahkan saat Assad bebas membunuhi rakyatnya, Turki ketiban jutaan pengungsi yang tak disentuh PBB sama sekali.

(11)
Tidak ada cara lain bagi Turki di era Tn. Erdogan, menjaga stabilitas Turki dengan kemajuan ekonomi, militer, teknologi di satu sisi. Plus rahman-rahim Turki sebagai “Pelindung rakyat-rakyat dunia yang dizhalimi.”

(12)
Karena Turki di bawah komando AKP, Tn. Erdogan harus pandai-pandai memilih SDM partai. SDM yang siap menjadi ujung tombak setiap program kemajuan Turki. Kader AKP yang utuh dan siap membuka kembali kejayaan Utsmani di masa datang.

(13)
Jadi bagi kader AKP, tidak ada alasan untuk terus menjadi komandan; jika tak punya kapasitas leadership dan tak memahami peta jalan perjuangan, apalagi menjadi elitis yang sekedar ingin eksis.

Kader Dakwah Sebenarnya!

Kader Dakwah Sebenarnya!
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Di beberapa tempat, ada saja kader dengan grup binaan berlimpah. Suami istri seakan berlomba menorehkan prestasi terbaik untuk dakwah dan jama’ah.

(2)
Tipe-tipe kader dakwah yang terus menebar rekah-rekah bunga harapan. Tak terseret pusaran konflik elit yang kekanak-kanakan.

(3)
Ia tahu, di sebuah provinsi Timur Indonesia, ada persaingan hebat dua bersaudara biologis dan ideologis; berebut kursi gubernur.

(4)
Ia tahu, sindir menyindir di medsos kalangan elit, membuka rahasia menebar aib. Konon dulu adalah amniyyah!

(5)
Ia tahu, amal jama’i tidak terealiasi dalam bentuk sharing (berbagi lebih), apalagi itsar (berbagi serpih) pada saudaranya.

(6)
Ia tahu, bukan dari kabar burung. Sebab Hud Hud kini telah terkurung dalam sangkar persepsi dan penjara paradigma.

(7)
Tapi ia tak berhenti! Ia tak memilih keluar! Ia tak memilih oposisi! Sebab ia lelah karena Lillah, bukan cari ghanimah!

(8)
Kalangan alitis (akar rumput) di jamaah dakwah merupakan elemen terbesar! Mereka tak terjamah berkah ukhuwah apalagi jabatan berlimpah!

(9)
Ia bukan sosok yang di satu waktu memegang 7-9 jabatan strategis sekaligus, lalu tak malu berteriak amal jama’i!

(10)
Ia sadar, dirinya hanya anak bawang dalam dakwah. Hadirnya tak mengganjilkan atau menggenapkan! Tapi ia tetap spartan!

(11)
Ia enggan berebut kue, sebab baginya rezeki telah Allah atur. Syukuri apa yang ada. Di saat yang lain berbagi Alphard.

(12)
Ia sabar dalam shalat, walau hidupnya pucat. Di saat yang lain melesat, hingga abai untuk menengok walau sesaat.

(13)
Kala ada, ia tak kuat hati untuk mengajak makan bersama. Hidangan terbaik menjadi cita rasa. Kita bersaudara!

(14)
Saat mendengar prahara dan tragedi menimpa, ia tak kuasa menahan linangan air mata. Sedih berbalut duka! Kok bisa?

(15)
Ia kini tetap berharap, sesama saudara janganlah memelihara luka. Ia berharap, damai itu kembali menjadi aura agar jaya.

(16)
Siapa dia? Dia adalah anda yang tetap setia demi mengatakan pada dunia, harapan itu masih ada!

Mempermainkan Agama

Mempermainkan Agama

1. Karena khawatir pengaruh Saddam Husein membesar,jihad melawan rezim Saddam hukumnya wajib. Hasilnya; Saddam dimatikan.

Kini Syi’ah berkuasa mutlak di Irak dan Islam Sunni disingkirkan.

=> Anehnya tidak ada fatwa yang mewajibkan jihad melawan Israel.
2. Karena khawatir pengaruh Ikhwanul Muslimin di Mesir membesar, maka difatwakan “wajib” menghancurkan pengaruh Ikhwan

seperti fatwa wajib mengangkat senjata melawan Khilafah Utsmani yang pusatnya di Turki. Hasilnya; 7000 orang-orang terpilih

di Mesir menemui syahid, puluhan ribu ditangkap, ratusan ribu kehilangan pekerjaan.

=> Anehnya keluar fatwa haram demonstrasi dan melawan pemerintahan yang jelas-jelas telah menjadikan Rumah Rasul sebagai

toilet di Mekah.

3. Karena khawatir pengaruh Russia, maka difatwakan wajib berjihad di Syiria, chechnya. Namun saat Russia mengakui

pemerintahan kudeta di Mesir, mujahidin SYiria dibiarkan kembali dan kembali bermesraan dengan Russia.

=> Anehnya tidak ada fatwa melawan kezhaliman AS bahkan berkoalisi bersama AS-Israel menghancurkan Irak, Afghanistan.
4. Karena -katanya- khawatir pengaruh Syiah Iran, maka difatwakan untuk melawan Syiah dengan bekerjasama bersama Israel.

Padahal Iran dan Yahudi adalah satu akar dan satu rahim.
=> Anehnya menghancurkan kekuasaan pemimpin Sunni.

5. Karena antidemokrasi, maka difatwakan haram berpartai dan mengikuti demokrasi. Namun tak lama kemudian muncullah

Hizbun-Nur. Demokrasi haram tapi menikmati semua produk sistem demokrasi halal.

6. Terbaru, memfatwakan keabsahan mengembargo Qatar dari darat, udara, laut. Memiskinkan rakyat Muslim di Qatar dalam rangka mengganggu stabilitas politik dan ekonomi Qatar.

=> Di saat yang sama, menuduh HAMAS biangkerok dan memaafkan kejahatan Israel.

Semakin jelas siapa yang mempermainkan agama dan memperjualkan agama dengan yang memperjuangkan agama.

Tidak Ada ISlam Moderat!

Tidak Ada ISlam Moderat!
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Entah karena tak berdaya, umat Islam selalu diteror horor “Islam teroris atau teroris ISlam.” Tentu teroris ala pemahaman

Barat; yaitu siapapun yang bangkit melawan, dicap teroris.

(2)
Muncullah kemudian, Islam moderat! Tentu dalam pemahaman Barat; “Islam yang pasrah menyerah kepada penjajah. Tunduk dan

siap membayar upeti, berbakti sepenuh jiwa kepada Barat.

(3)
Ingat, Islam teroris dan ISlam moderat itu aslinya tidak ada. Dua istilah yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah

Rasulullah. Islam ya Islam, Islam yang kasih sayang dan Islam yang tegas melawan!

(4)
Islam yang Allah firmankan rahmatan lil’aalamin adalah Islam yang juga menyuruh kita untuk memerangi angkara murka, melawan

kezaliman, menghukum diktator, walau jiwa raga taruhannya.

(5)
Islam yang menjuluki umatnya sebagai umat wasathiyyah, juga adalah Islam yang menyuruh umatnya bersiap menebar ketakutan

pada musuh hingga musuh takluk atau menyerah masuk Islam.

(6)
Islam yang saat Fathu Makkah tegas pada kebijakan, “Pergilah, kalian semua bebas!” adalah Islam yang juga tegas memerintahkan,”Berperanglah walau kalian harus berelantung di Kiswah Ka’bah!”

(7)
Islam yang siap berdamai dalam bingkai saling percaya, adalah Islam yang juga mengusir Yahudi Bani Quraizhah yang jelas-jelas berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.

(8)
Islam yang menyuruh menimba ilmu pada kaum kafir, adalah Islam yang juga menggulung kaum kafir di banyak pertempuran seperti dilakukan Sultan Sulaiman Al-Qanuni atau Sultan Muhammad Al-Fatih.

(9)
Islam yang mewajibkan memuliakan tamu dan tetangga, apapun agama dan keyakinannya. Juga Islam yang mengharuskan melawan siapapun yang sudah berani menginjak kehormatan Islam dan keluarganya.

(10)
Islam betul-betul menjaga keseimbangan, bukan Islam yang bertaqiyyah atau berubah-ubah laksana bunglon disesuaikan kondisi dan situasi. Islam yang tegas tidak beringas. Islam yang berani tidak tega hati.

(11)
Islam model Abu Bakar Shiddiq adalah sama dengan Islamnya model Umar. Islam semodel Musailamah atau Abdullah bin Ubay, justru bukan bagian dari Islam.

(12)
Tengoklah, kaum kafir berani menginjak-injak kehormatan Islam di negeri mayoritas Muslim. Sebab umat Islamnya disuruh moderat, pasrah, menyerah, tak berkutik walau sudah dicabik-cabik.

(13)
Terus berbenah! KAum kafir tak bisa menghargai kita, kecuali umat Islam memiliki power perkasa! Kaum kafir tak akan percaya pada retorika, mereka hanya paham pada kekuatan suara dan senjata.

(14)

Ayo lantang bersuara!

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam

Demokrasi itu Haram di Negara Arab-Turki-dan Negara-negara Islam
By: Nandang Burhanudin
****

300 tahun Barat berkuasa, selama itu pula yang menjadi korban adalah dunia Islam (Arab dan non Arab). Dari penjajahan ke penjajahan. Prinsipnya sama; membuat rakyat di negeri-negeri Islam tak berdaya. Bedanya hanya di kemasan saja.

Maka selama 300 tahun itu pula, Barat memahami, titik krusial di kalangan umat Islam adalah dalam masalah kepemimpinan. Jangan sampai terjadi, dari rahim umat Islam lahir pemimpin-pemimpin berkualitas yang dapat mengelola harta kekayaan dan membebaskan negeri-negeri muslim dari penghambaan kepada produk-produk Barat.

Tidak ada proses melahirkan kepemimpinan Islam, selain musyawarah (syuuraa). Kualitas syuuraa tergantung pada kualitas anggota majlis syuuraa yang dipilih umat. Sedang kualitas umat sangat ditentukan oleh spirit Quran dan Sunnah yang membangkitkan semangat jihad untuk melawan penjajahan.

Maka langkah pertama yang dilakukan Barat adalah meniadakan atau menjauhkan makna jihad dalam kehidupan. Barat pun membuat gerakan-gerakan Islam yang antiJihad. Berdirilah tarekat yang antijihad di wilayah Arab, aliran Ahmadiyah di India, Snouck Hurgronje di Indonesia, Salafy Resmi di Saudi Arabia, Hizbut Tahrir di Palestina, dan gerakan-gerakan yang menjauhkan Islam dari jihad.

Bagi Barat, sistem apapun tidak terlalu penting untuk diterapkan di negara-negara Arab dan ISlam. Sistem kerajaan, monarchi, diktator, ataupun demokrasi. Fokus perhatian Barat adalah, jangan sampai ada pemimpin -terlepas apakah dia raja monarkhi, pemimpin diktator, atau presiden terpilih- yang berani melawan kepentingan Barat. Kepentingan ekonomi dan geostrategi. Barat menyadari, sumber kekayaan alam yang sudah menipis, maka tak ada cara Barat bertahan selain mengeksploitasi dunia Arab dan Islam. Diciptakanlah pemimpin-pemimpin boneka. Bisa raja, bisa pemimpin diktator, bisa presiden.

Oleh karena itu, saat sistem khilafah tegak berhadapan dengan Barat. Maka Barat menebar rayuan maut agar negara-negara Barat berontak. Konpensasinya, para pemberontak kepada khilafah Turki itu akan menjadi raja yang tentu tunduk pada kepentingan Barat. Jika para raja ini berani membantah, maka diancam dilengserkan dan sistem kerajaan akan diganti dengan sistem republik. Lahirlah pemimpin diktator yang tentu seiring sejalan dengan kepentingan Barat. Jika sang diktator ini berani mengarahkan senjata ke Barat, maka akan diganti dengan sistem demokrasi. Lahirlah presiden atau PM terpilih. Nah jika presiden terpilih ini berani melawan Barat, maka akan dikudeta.

Maka Barat sangat bahagia di kala umat Islam sibuk berdiam diri, meninggalkan jihad, tidak berdaya secara ekonomi, sibuk rebutan menjadi kuli, dan menghabiskan waktu menunggu keluarnya pemimpin/amir/imam Mahdi yang “masih di persembunyian”. Lalu umat meninggalkan jihad nyata di lapangan saat ini; PEMILU. Dalih dan dalilnya sangat shahih, namun tercerabut dari realitas. Maka di kala umat Islam golput dan Demokrasi itu haram, kaum Syi’ah-Liberal-Sekuler-LGBT-anggota Freemasonry-anggota Illuminati-Salibis-Zionis bersatu padu. Gereja menyerukan untuk wajib memilih. Mobilisasi kaum sekuler-Syi’ah-Liberal dilakukan. Bahkan dukungan media dan dana tak terbatas. Sedang umat Islam hanya teriak-teriak; Golput solusinya! Apapun masalahnya, Khilafah Solusinya! Demokrasi Haram!

Memang kini tengah tren, demokrasi itu haram di negara-negara Arab-negara Islam! Karena Barat tak ingin, demokrasi menjadi bumerang! Sayang umat Islam larut dalam khayal!

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.