Nandang Burhanudin Pakar Peradaban Islam

Tn. Erdogan Nan Membahayakan

Erdogan Nan Membahayakan
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Koran-koran Eropa tak kenal lelah menjuluki Tuan Erdogan sebagai fasis, diktator, dan penyumbat kebebasan berpendapat. Plus julukan sebagai Islamis.

(2)
Sesekali mereka menampilkan penangkapan wartawan, yang telah mencaci maki Tuan Erdogan siang malam 24 jam. Caci maki yang lebih pantas disebut fitnah.

(3)
Di kesempatan lain. Hizbut Tahrir melalui laman resminya, memuat tulisan Amal Erdogan dalam Sorotan. Ayat-ayat dan hadis dihadirkan. Erdogan sesat dan menyesatkan.

(4)
Dua julukan yang paradoks. Tapi menuju satu target: MENYINGKIRKAN ERDOGAN dari kancah perpolitikan internasional. Erdogan menjadi the common enemy. Musuh bersama.

(5)
Usut punya usut. Kebencian yang nampak di permukaan, mirip bola salju. Apa yang disembunyikan, jauh lebih besar. Mereka sepakat membenci Erdogan, sebab fakta:

(6)
Erdogan adalah Bapak Pembangunan Turki di bidang ekonomi dan strategi politik. 13 tahun lalu. Turki adalah pengemis hutang. Kini pemberi bantuan.

(7)
Erdogan adalah Bapak Turki Baru dengan visi 2023. Mengembalikan kejayaan Ottoman Empire, persis di hari 1 abad ulang tahun kehancurannya.

(8)
Erdogan adalah Bapak Mercusuar Turki. Proyek-proyek besarnya dibangun tanpa hutang. Kini memiliki 57 bandara (4 terbesar di dunia), jembatan, jalan, infrastruktur, pertanian, wisata.

(9)
Erdogan adalah Engeneer bagi peningkatan alat utama sistem persenjataan Turki. Kapal selam, kapal laut, kapal induk, pesawat tempur, helikopter, tank baja, senjata laras panjang, hingga satelit militer.

(10)
Erdogan adalah Bapak Sumber Daya Insani Turki. 2007, proyek 300.000 researcher dan tim inti alih teknologi dibentuk. 9 tahun kemudian, Turki menuai hasil gemilang di bidang sains teknologi.

(11)
Maka siapapun tak bisa meremehkan Turki kembali. Eropa takut. Kebangkitan ekonomi Turki, berdampak pada pemiskinan Eropa. Trauma kebijakan para sultan semisal Sulaiman Qanuni, Murad II, hingga AbdulHamid II masih menyeramkan.

(12)
Kepahlawanan Muhammad Al-Fatih dan sultan-sultan Utsmani di bidang militer, masih menyimpan trauma hingga saat ini. Mereka membayangkan, Turki menjadi superpower didukung spirit jihad militernya yang tak takut mati.

(13)
AS saja yang jaraknya jauh dari Turki, kini berharap cemas dan was-was. Turki yang sekuler, kini telah taubat nasuha. Turki yang sakit, kini telah bangkit. Turki yang tidur, kini telah bangun dengan gagah.

(14)
Wajar. Semua menanti kehancuran Erdogan. Minimal, tersingkir di gelanggang politik seperti Mursi terhempas di penjara. Namun sayang. ERdogan adalah pemain, yang paham logika musuh.

(15)
Lihat tatapannya. Perhatikan gestur tubuhnya. Simak kharisma bicaranya. Catat sepak terjangnya. Hanya kalangan dungu yang keras kepala saja, yang masih miring menilai Tuan Erdogan.

(16)
Saya pastikan. Akan ada komen gambar berupa foto Erdogan bersama Assad. Foto jadul, tahun 2010-2011, sebelum perang di Syiria. Atau rekaman Erdogan soal LGBT, yang juga jadul dengan terjemahan yang sudah mengalami penyimpangan.

(17)
Saya tidak akan terpengaruh. Teringat di masa Mursi berkuasa. Pidato beliau dipelintir terjemahannya. Lantas jadi amunisi pembenci dakwah politik. Dishare, tanpa pernah malu.

(18)
Tuan ERdogan. Doa kaum lemah, kaum yang dizhalimi bersama anda. Kami yakin, anda telah siap dengan strategi canggih. Strategi yang bukan teriakan takbir atau sebaran spanduk. Tapi strategi futuhat, dengan cinta dan senjata.

Tn. Erdogan dan Para Mantan

Tn. Erdogan dan Para Mantan

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Meninjau sisi positif kepemimpinan Tn. Erdogan, selalu menarik untuk diperhatikan dan dijadikan pelajaran.

 

(2)

Tn. Erdogan jelas jauh dari kesempurnaan. Tapi beberapa tipikal kesempurnaan itu melekst erat di gaya kepemimpinannya.

 

(3)

Di antara hal langka adalah, sikap dan tindakan Tn. Erdogan pada para mantan, bagaimana beliau memosisikan dan memberi penghormatan.

 

(4)

Bagaimana Tn. Erdogan memperlakukan mantan Presiden Abdullah Gul, mantan PM Prof. Ahmet Davet Oglu, hingga mantan anak buah level terendah? ‘Ajiib, menakjubkan.

 

(5)

Nama-nama para mangan selalu disebutkan di setiap kesempatan. Bagi Tn. Erdogan, para mantan adalah elemen penting kemajuan AKP dan jamaahnya.

 

(6)

Selain disebutkan, Tn. Erdogan selalu mengkhususkan waktu untuk berjumpa dan mengajak hadir mereka di setiap acara, baik formal maupun informal.

 

(7)

Acara pernikahan, mantu, peresmian proyek, halal bihalal, jamuan makan, pengajian, sunatan cucu, hingga menghadiri bela sungkawa para orang tua sang mantan.

 

(8)

Hal menarik lainnya, Tn. Erdogan tidak pernah baper apalagi menyerang kekurangan para mantan.  Mengakui anugerah kelebihan, bagian dari akhlak luhur kepemimpinan.

 

(9)

Sebab itu, kita saksikan hampir tak ada gesekan apalagi perang cuitan di medsos. Apalagi menebar mata-mata untuk mengamati langkah gerak dan memperlakukan mantan seperti pesakitan.

 

(10)

Tn. Erdogan dengan visi besar, selalu menghargai narasi Profesor Davet Oglu, spirit ruhiyah Abdullah Gul, juga otak besarnya Ben Yedrim dan semangat para kadernya.

 

(11)

Keutuhan kader AKP jelas nomor 1, demi menyongsong Turki 2023 dan 2030. Tn. Erdogan sukses menutup celah kisruh di tubuh AKP, tanpa harus menebar propaganda tsiqoh dan taat.

 

(12)

Wajar bila para pemimpin dunia Islam, yang lahir dari gerakan Islam berguru kepada Tn. Erdogan. Mengapa beliau sukses mengelola negara dan mensejahterakan rakyat?

 

(13)

Semua diawali dari keterbukaan, evaluasi, pengorbanan ego, membuka komunikasi, menutup prasangka, menjalin silaturahmi, merasakan apa yang dirasakan orang lain.

 

(14)

Hal mudah dan murah. Tapi nampak sulit dilakukan, oleh pemimpin yang sibuk menebar pencitraan. Tapi minus kemampuan dan sibuk menganggap para mantan sebagai ancaman.

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

Tn. Erdogan dan 3 Jurus Pemimpin Lurus

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Menakjubkan. Kesan saya saat merasakan kesyahduan rakyat Turki memperingati kegagalan kudeta, 15 Juli 2016 lalu.

 

(2)

Jutaan orang tumpah ruah ke jalan. Hanya aksi 212 yang bisa menandingi antusiasme umat, menentang segala arogansi.

 

(3)

Bila aksi 212 ditanggapi nynyir oleh Kiai Agiel Siraj. Aksi di Turki pun ditanggapi negatif oleh sopir Taxi berpenampilan urakan yang membawa saya dari area Bosphorus ke Mehmetbey.

 

(4)

Said Agiel bersama gerombolannya, dan sopir taxi bersama buzzer anti Tn. Erdogan, dipersatukan perilaku urakan dan sibuk cari makan. Menyerang dan menerkam siapapun yang tak sejalan.

 

(5)

Perilaku urakan, seakan mendapat tempat usai terpilihnya Donald Trump di AS. Urakan dalam segalanya. Tapi mudah ditebak, ujungnya adalah uang dan hegemoni kekuasaan.

 

(6)

Urakan bisa menimpa siapa saja: Presiden, menteri, kapolri, bahkan menimpa para penguasa ormas hingga parpol Islam. Tindakan pemecatan atau pelarangan berserikat, mengeluarkan pendapat kini jamak terjadi.

 

(7)

Rezim-rezim panik. Tak mampu mengontrol, ia main koprol. Apa penyebab seseorang bertindak urakan? Menurut John Smith, penyebabnya tidak memahami: What is your why?

 

(8)

Sosok urakan disebabkan 3 hal: Pertama, tidak memiliki saldo cinta. Kedua, tidak mampu menaklukkan waktu dsn menangkap momentum. Ketiga, tidak menyadari ia akan mati.

 

(9)

Saya merasa kasihan melihat manusia-manusia urakan yang tidak lagi muda, tapi tetap tak mampu menemukan jalan fitrohnya. Fitroh hidayah untuk taubat nashuha.

 

(10)

Semua mudah ditebak. Bayangan masa kecil dan masa lalu yang penuh syahwat dan syubhat, menjadi faktor utama tidak ajegnya seseorang bersikap. Jangan lupakan asupan dan pergaulan haram yang dianggap trendi.

 

(11)

Di titik ini, saya memahami, mengapa Tn. Erdogan -dengan segala kekurangannya sebagai manusia. Beliau memiliki 3 jurus pemimpin lurus: cinta, momentum, takut mati.

 

(12)

Tergambar dari dialog Erdogan kecil dengan ayahnya, “Ayah. Apakah aku ini seorang Lazon (muslim Georgia) atau Turki?” Ayahnya menjawab, “Tidak penting apa asalmu. Alhamdulillah kita menjadi muslim. Sebab nanti setelah mati, kita hanya ditanya, ‘Man Robbuka waman Nabiyyuka?”

 

(13)

Penanaman akidah menghujam sejak dini. Tentu berbeda dengan sosok yang tak pernah belajar akidah, atau belajarnya hanya sekedar teori ngaji untuk mencari sesuap nasi dan seutas sensasi.

 

(14)

Sebab dorongan akidah inilah. Tn. Erdogan sukses memimpin keluarga, mengelola partai Islam AKP, memimpin warga sebagai walikota, mensejahterakan rakyat kala menjadi PM, dan kini sebagai Presiden menjadi penolong rakyat dunia yang terzhalimi.

 

(15)

Lalu bila tidak demikian kondisi ketua parpol anda, walikota/bupati anda, menteri anda, presiden anda. Ketahuilah, anda sedang diposisikan urabam oleh sosok kurapan nan urakan.

 

Turkish, 18/07/17

Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

  1. Jangan Remehkan Perjuangan Erdogan untuk Gaza

By: Nandang Burhanudin

*****

 

(1)

Ada yang komen; “Gaza tidak butuh bantuan logistik. Gaza butuh senjata. Percuma diberi makan, lalu kemudian diserang ISrael dan tak bisa melawan.”

(2)

Anehnya si komentator adalah aktivis yang semangat mempersalahkan HAMAS saat perang melawan Israel. Juga giat mempengaruhi opini publik untuk mengkudeta Presiden Mursi.

 

(3)

Menurut Prof. DR. Zarqah, warga Palestina. Gaza bukan hanya diisolasi Israel. Tapi dibiarkan hancur oleh otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.

 

(4)

Gaza bagi Abbas, adalah penjara terbuka. Abbas menghukum HAMAS yang dianggapnya sebagai pengganggu kekuasaannya.

 

(5)

Gaza tidak diberikan dana sumbangan dunia via Abbas. Gaza sama sekali tidak diperhatikan, walau sekedar pemenuhan kehidupan dasar.

 

(6)

PBB memprediksi. Gaza di tahun 2020, mengalami puncak krisis air bersih. Belum problem pengangguran, listrik, dan lain sebagainya.

 

(7)

Kini. Ketika Turki, melalui Erdogan bangkit membantu GAza sebagai syarat hubungan diplomatik dengan Israel. Justru yang meradang adalah MAhmud Abbas.

 

(8)

Turki sudah siap membangun penyulingan air laut senilai 300 juta dollar AS. Turki pula yang membangun listrik terapung di perairan Gaza.

 

(9)

Erdogan menegaskan; “Rakyat Turki dan pemerintahnya, bekerja keras melindungi hak-hak bangsa Palestina di Gaza dan Tepi Barat.Kami pun tidak akan pernah melupakan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”

 

(10)

Bantuan Turki kemarin, sama dengan bantuan negara Arab selama 1 tahun. Bantuan yang seharusnya bisa lebih banyak lagi, jika saja perbatasan Rafah Mesir dibuka.

 

(11)

Tapi kita paham. Siapa penguasa Mesir saat ini. Mereka adalah mafia Israel yang siap menjual gurun Sinai kepada Israel. Sementara kalangan Muslim, sibuk bersaing rebutan mikrofon masjid.

Rohis, Teroris?

Rohis Teroris?
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Nabi Muhammad di awal dakwahnya disebut pembuat onar, perusak kebhinekaan, radikalis, ekstrimis, diposisikan manusia aneh alias “goblok”.

(2)
Ja’far bin Abdul Muthallib pun dikejar hingga Habasyah. Tuduhannya dahsyat: kaum pemberontak, pembuat makar, pengadu domba.

(3)
Mush’ab bin Umair, Bilal, dll dituduh sebagai penebar hate speech, karena penyebaran dakwah yang massif dan intensif di tengah masyarakat Jahiliyah.

(4)
Veteran Perang Uhud, Badar, Khandaq, Hunain, dll pasti dituduh ekstrimis dan teroris. Tuduhan bukan hanya dari musyrikin, tapi kaum munafiqin.

(5)
Semua tuduhan di atas dialami para Ulama dan para pejuang saat melawan penjajah. Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Inggris, Perancis, AS, melakukannya.

(6)
Rohis memang teroris, tentu bagi rezim antek penjajah. Sebab dengan Rohis, siswa-siswi dan mahasiswa/i mengenal jatidiri keIslaman dan kecintaan pada tanah air.

(7)
Dengan Rohis, lahir cendekiawan muslim ahli fikir dan ahli dzikir. Cendekia bertakwa yang memesona di ibadah ritusl dan perjuangan sosial, budaya, ekonomi, politik, sains teknologi.

(8)
Dengan rohis, orang tua diuntungkan. SDM yang awalnya minim pemahaman dan pengalaman agama, berkah rohis malah menjadi militan dan spartan menjadi pejuang agama.

 

(9)

Rohis pula yang membimbing generasi muda menjadi generasi negeri yang menjada keseimbangan beragama dan bernegara. Rohis justru menyelamatkan generasi. Rohis menjadi penyeimbang dari gen pecundang dan terbuang.

 

(10)

Apakah ada aktivitas Rohis yang kontraproduktif? Jawabannya ada. Sisi negatif rohis hanya pada sistem manajerial dan backup dana yang cenderung cekak.

(12)

Andaikan ada penguasa yang concern meningkatkan kemampuan rohis mencetak generasi, patut didukung. Rohis diberi anggaran seperti klub sepakbola atau LSM ICW yang menggerus uang dengan sumbangsih kurang.

 

(12)

Nah, jika Menag Lukman Saifudin cenderung minus menilai rohis. Sebenarnya pak menteri sedang menampilkan psikologis pecundang: Susah melihat orang senang dan sebaliknya.

(13)

Psikologis Lukman, mewakili mentaliyas penjajah dan budak jabatan. Lembaga negara yang korup seperti Kemenag dan Kepolisian, sepatutnya meniru cara rohis membentuk generasi.

 

(14)

Aktivis rohis tidak ada yang melakukan pembunuhan atas nama tugas, sebagaimana tak pernah korup seperti para koruptor kakap negeri ini.

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?

Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Lupakan kajian Sunnah dari ustadz Sunnah yang perangai dan sikap politiknya tidak sesuai Sunnah. Politik Sunnah yang dimaksud, negara harus menjadi pelindung agama, nyawa, harta, kehormatan, generasi, dan lingkungan.

(2)
Dimana para ustasz Sunnah, ketika Abdurrahman Rasyid, seorang intel Saudi yang menyamar menjadi wartawan dan menguasai media semisal AlArabiyah dan Asy-Syarq Ausath. Ia mengancam negara berdaulat Qatar, akan di”rab’ah”kan.

(3)
Tragedi Rab’ah, pembantaian ribuaan jamaah antikudeta dibantai di bulan Ramadhan usai peringatan Lailatul Qadar. Tidak hanya dibantai, mereka dibakar untuk kemudian disiram air tinja sebelum jasadnya dibuang percuma.

(4)
Tragedi kemanusiaan yang dilakukan AsSisi, Mendagri Mesir Ibrahim. Didanai Emirates Arab, Kuwait dan restu Raja Abdullah di Saudi Arabia. Sekali lagi, kalangan pengklaim Sunnah tidak jauh beda dengan kalangan pengklaim Aswaja, diam membisu. Apa sebab?

(5)
Sebab yang menjadi korban pro Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang dianggap ancaman oleh Yahudi Israel, disesatkan Salafy, dituduh anti tahlil oleh Aswaja, dianggap budak demokrasi oleh HT, diposisikan ancaman bagi rezim-rezim diktator.

(6)
Apa yang ditulis Abdurrahman Rasyid, semakin memperkuat peran Saudi dslam pembantaian Rab’ah. Ancaman yang nampak akan benar-benar direalisasikan: menginvasi Qatar secara militer dan menumbangkan Emir Tamim.

(7)
Qatar tentu berbeda dengan demonstran Rab’ah. Qatar semakin memperkokoh ikatan dengan Turki. Hal yang menakutkan koalisi Saudi, UAE, Bahrain, Mesir. Turki sudah mengirimkan armada militernya ke Qatar. Mesir menganggap Turki sedang show of force. Teluk mengancam UE, pilih mereka atau Qatar.

(8)
Saya prediksi, perang terhadap Qatar akan terjadi seiring pembukaan hubungan diplomatik antara Saudi dan Israel. Jika hal ini terjadi, maka target yang dibebankan Loby Yahudi kepada Donald Trump sempurna dijalankan. Qatar sudah jelas menolak 13 tuntutan yang dianggapnya hanya fitnah.

(9)
Pertanyaannya, apakah proposal Bernard Louis yang membagi Saudi menjadi 3 keemiran justru akan terjadi secepat yang direncanakan? Adapun Mesir, nampaknya deklarasi Republik Koptik dan pemindahan warga Palestina ke Sinai tinggal menghitung minggu.

(10)
Jadi pada faktanya, ustadz Sunnah tidak jauh beda dengan Kiai Aswaja. Perbedaan hanya di masalah tahlil, isbal, qunut. Tapi menjadi curiga, suara mereka hampir tak terdengar menyikapi pmbantaian manusia tak berdosa. Padahal melenyapkan satu nyawa manusia, sudah jelas dalil dari Quran dan Sunnah.

 

(11)

Saya selalu berdoa, Teluk dan negeri Hijaz kembali ke pangkuan Islam yang dibawa baginda Nabi. Islam yang tegas melawan arogansi kafir Quraisy dan koalisi Salibis, Zionis, Atheis. Bukan Islam yang sekedar jargon atau klaim yang tak bersenyawa dengan firman Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat

Kader AKP dan Lokomotif Perjuangan Umat
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Jika di belahan bumi lainnya, kader muda partai berbasis massa Islam sedang diselimuti kegalauan, bahkan ketidakpercayaan diri para pemimpinnya. Tidak demikian halnya dengan kader muda partai Islam AKP di Turki.

(2)
Kader AKP berada di gelanggang, berbakti dsn mengabdi kepada umat dan bangsanya. Taat dan tsiqoh pada komando Tn. Erdogan, bjkan hanya sebagai qiyadah tapi juga qudwah nyata dalam kehidupan.

(3)
Salah satu aksi kader muda AKP adalah menandingi setiap demonstrasi maupun perang opini vis a vis kalangan sekuler, liberal dan Islamphobia Turki. Terutama setiap demo yang menyerang Tn. Erdogan.

(4)
Bagi kader muda AKP. Tn. Erdogan layak dicintai dan dilindungi. Bukan karena doktrin tsiqoh dan taat semata. Tapi karena Tn. Erdogan sukses melakukan prestasi luarbiasa bagi kebangkitan Turki.

(5)
Kebangkitan di bidang militer, pangan, obat-obatan, juga stabilitas ekonomi dan wibawa Turki di panggung dunia. Ditambah visi Tn. Erdogan yang jelas dan lugas, menyiapkan roadmap Turki 2023, 2030, 2050 hingga 2070.

(6)
Tn. Erdogan diakui sukses membangun kepercayaan diri kader muda AKP dalam mengeksplorasi kemampuan diri. Kader muda yang tidak sekedar disapa saat mau Pemilu, tapi dikelola dengan program nyata.

(7)
Itulah tadhiyyah Tn. Erdogan, investasi SDM. Pengorbanan level elit, yang di kemudian hari menjadi energi kaum muda dan rakyat awam, untuk rela berkorban jiwa raga dengan menggagalkan aksi kudeta.

(8)
Kader muda AKP paham, Barat yang dikomando AS dan UE, tengah giat melakukan operasi bumi hangus Islam dan umatnya. Tidak ada satu pun negeri Muslim yang merdeka 100 % dari pengaruh Barat.

(9)
Tapi Turki di tangan AKP, tengah menuju kemerdekaan itu. Turki seperti dikatakan Tn. Erdogan, bukan negeri yang jadi bahan bancakan atau permainan negara adidaya. Turki siap melawan di gelanggang.

(10)
Muhammad Erdogan, PJ AKP Timur Tengah menegaskan, “Turki tidak akan lagi tertipu dengan operasi licik kalangan Islamphobia. Mereka yang dulu mendemo Khilafah atas nama kebebasan. Kini mereka pula yang mendemo Tn. Erdogan atas nama keadilan.”

(11)
Kader muda AKP berterimakasih kepada Sang Mentor senior, Tn. Erdogan dan tim. Mereka telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk siap mengisi ruang kehidupan di Turki: militer, bisnis, pendidikan, konstruksi, dll.

(12)
Kader muda AKP nampak paling siap menjadi lokomotif kebangkitan umat Islam. Sedangkan kader muda Islam di dunia lain, berada dalam ruang pengap polusi konflik dan pembonsaian peran serta kekanak-kanakan para pemimpinnya.

GNPF, Jokowi dan Sikap Polri

GNPF, Jokowi dan Sikap Polri
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Dua kado pahit di hari Raya Idul Fitri sekaligus, mengaduk-aduk perasaan umat Islam yang tengah dibuat “mencret” oleh kebijakan rezim yang semena-mena menaikkan harga dengan dalih mencabut subsidi.

(2)
Kado pahit pertama, video Div. Humas Mabes Polri. Video khayalan yang menggambarkan sikap dan doktrin Polri terhadap umat Islam. Kesan yang ingin dimunculkan: umat Islam intoleran, fanatik, vis avis kemanusiaan.

(3)
Kado pahit kedua, pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi di istana negara. Pertemuan yang luput dari alumni aksi 212, 411 yang notabene tengah disibukkan persiapan mudik dan sebagian besar fokus pada Idul Fitri.

(4)
Sebagai alumnus aksi 212, 411, dan semua aksi menentang Penista Agama. Saya menolak segala kebijakan perwakilan GNPF di istana. Terlebih pertemuan tersebut sangat mudah dimanfaatksn untuk kepentingan Jokowi di Pilpres 2019.

(5)
Sepatutnya, GNPF MUI menyadari pentingnya menjaga “jarak” dengan penguasa dan aparat yang sudah terang benderang membenci Islam dan umatnya.
Kekuasaan yang diraih tidak menjadi ni’mah, tapi niqmah (bencana). 3 tahun berkuasa, nyaris tidak digunakan untuk kemaslahatan rakyat . Tapi untuk hegemoni pejabat dan para koruptor bejat.

(6)
Hawa nafsu menjadi panglima. Politik adu domba dan keresahan menjadi panduan. Pemimpin yang demikian, kata Imam al-Ghazali, telah menempatkan dirinya sebagai musuh Allah Ta’ala.

 

 

(7)
Rasulullah Saw. pernah mengingatkan, bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan tiga perkara. Pertama, apabila rakyat meminta/membutuhkan belas kasih, maka sang khalifah wajib berbagi kasih kepada mereka. Kedua, apabila menghukumi mereka maka berbuatlah adil. Ketiga, laksanakan apa yang telah kamu katakan (tidak menyalahi janji) (Al-Tibr al-Masbuk fii Nasihat al- Muluk, hal. 4).

(8)
Apakah GNPF MUI lupa saat aksi ingin jumpa Jokowi, malah dihujani peluru dan gas air mata? Apakah lupa, saat akan melakukan wisata AlMaidah: 51 di Jakarta, dituduh makar? Tidakkah meng-eja hati para relawan mujahidin tanah air, yang berkorban harta, waktu, tenaga lalu dituduh makar?

(9)
Saya bukan siapa-siapa. Tapi HUJJATUL  Islam Imam Al-Ghazali menasihati, “Sesungguhnya, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para penguasanya, dan kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama, dan kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan; dan barangsiapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).

(10)
Sudah betul apa yang dilakukan GNPF MUI selama ini: kritis dialogis dan jihadis. Tentu sangat disayangkan bila keceplosan memuja-muji rezim. Jika demikian adanya, tak jauh beds dengan barisan ulama suu lainnya.  Wallahu A’lam.

Takbir Keliling dan Kumandang Adzan di Hagia Shopia

Takbir Keliling dan Kumandang Adzan di Hagia Shopia
By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Jubir Kemenlu AS, Heather Nauert menyayangkan atas sikap pemerintah Turki yang membiarkan lantunan tilawah AlQuran di Hagia Shopia.

(2)
Seiring dengan AS, pemerintah Yunani menekan pemerintah Turki untuk menghentikan provokasi, dengan dilantunkannya adzan dan tilawah AlQuran, yang menurut Yunani, Hagia Shopia adalah warisan budaya dunia.

(3)
Di Jakarta, kendati kemudian dibolehkan, Kapolda Metro Jaya mendesak warga yang akan takbir keliling untuk membatalkannya. Selain dianggap mengganggu Kamtibmas, juga pemborosan. Oleh karena itu katanya, lebih baik dibelikan opor ayam.

 

(4)
Sebenarnya, apa yang membuat mereka ketakutan? Apakah murni terganggu dengan lantunan takbir dan tilawah AlQuran? Atau mereka ketakutan bahwa takbir dan adzan adalah sinyal kuat konsolidasi umat Islam?

(5)
Alasan nomor dua, alasan paling masuk akal. AS dan Yunani paham, jika adzan dan takbir bergema di Hagia Shopia dan takbir keliling semarak di Jakarta, jelas mempertegas denyut jihad umat Islam Turki dan Indonesia melawan kesewenangan.

(6)
Adapun alasan pertama, tidak bisa diterima. Terutama jika dikaitkan dengan kasus embargo Saudi, Emirat, Bahrain dan Mesir terhadap Qatar. Mengapa? Sebab keempat negara predator gerakan Islam pun, memiliki irama dan aroma takbir yang lebih syahdu, tapi minus gairah jihad.

(7)
Bayangkan, mereka menekan Qatar untuk menghentikan kerjasama militer dan menutup pangkalan militer Turki di Qatar yang baru diresmikan. Anehnya, sama sekali tidak menyinggung pangkalan AS di semua negara Teluk.

(8)
Jadi jelas nyata, takbir bukan hanya membiritkam setan-setan jin. Tapi mengompolkan setan-setan manusia, walau berjubah sekalipun. Terutama takbir yang bisa membangkitkan soliditas dan izzah umat.

(9)
Maka terus pekikkan takbir. Nyatakan dalam alutsista. Buktikan dengan modal dana untuk membeli saham semua negeri Islam yang sudah menjadikan Donald Trumph sebagai amirul muslimin. Apalagi hanya sekedar boneka pinokio, yang tak punya idealisme selain uang dan kekuasaan.

Salafy VS Fikroh Sesat Ikhwanul Muslimin (?)

Salafy VS Fikroh Sesat Ikhwanul Muslimin (?)
By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Kebencian oknum-oknum Salafy/Wahabi kepada IM telah dicatat dalam banyak buku. Selain tuduhan sesat, khawarij, kini tuduhan tambahan: IM biang teroris. Pertanyaannya, jika sesat, cikal bakal teroris dan khawarij. Apa makna undangan dan pertemuan istimewa antara Raja Abdul Aziz pendiri Saudi Arabia dengan Imam Hasan Al-Banna tahun 1936 dan tahun 1948 M?

(2)
Jika fikroh sesat, mengapa Raja Adul Aziz melakukan kunjungan khusus kepada semua anggota IM tahun 1945 di Alexandria. Pertemuan kolosal di stadion Olimpyc Alexandria. Raja Abdul Aziz diperlakukan bak Amirul Mukminin.

(3)
Jika teroris, siapa yang menyusun dan memajukan pendidikan di Saudi Arabia? Anda yang belajar agama di Saudi pasti mengenal tokoh Syaikh Manna’ Al-Qatthan, Syaikh Salman ‘Audah, Syaikh ‘Awadh Al-Qarni, Syaikh ‘Aidh Al-Qarni bukan?

(4)
Jika khawarij, mengapa Raja Faishal memberikan peran khusus kepada warga Saudi yang berfikroh IM untuk mendirikan Organisasi Konferensi Islam, WAMY, pendirian Bank Pembangunan Islam?

(5)
Jika IM teroris, tunjukkan aksi terorisme yang telah dilakukan anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir, di Saudi, di negara Teluk, atau di dunia Islam? Bukankah pemikiran IM dituduh paling “serampangan” dan hizbiyyun dengan membuka diri menjadi partai politik, artinya terbuka dengan pemikiran Barat?

(6)
Graham Fuller, diplomat senior AS dan penulis aktif di The Washington Post, The New York Times, The LA Times, menegaskan, Pangeran Nayef nampak gelisah dengan tekanan AS atas kebijakan Saudi Arabia yang “tidak tepat” di era Raja Abdullah. Untuk itu, tidak ada cara lain mencari kambing hitam yang dituduh bertanggungjawab atas radikalisme dan terorisme.

(7)
Menurutnya, “Memang betul, pemikiran Sayyid Quthb masuk ke Saudi melalui IM, sebagaimana dibawa guru-guru dan dosen-dosen Mesir di seluruh Arab. Bisa jadi ada serpihan pemikiran Sayyid Quthb yang radikal, tapi sejarah membuktikan tidak ada seorangpun kader IM yang melakukan tindakan teror. Jikapun ada, jumlahnya tak layak disebutkan.” (Sumber: Al-Amiir Nayef wal Ikhwanul Muslimun, Aljazeera.net)

(8)
Fuller melanjutkan, “Perlu diingat, IM adalah organisasi gerakan ISlam terbesar di dunia yang selama 40 tahun lebih, sukses menghindari aksi-aksi anarkisme apalagi terorsme. IM menolak anarkisme melawan rezim di Jordania, Kuwait, bahkan di Mesir sendiri.”

(9)
“Dulu, IM pernah mengangkat senjata di Syiria. Tapi IM berhenti total setelah dibumihanguskan oleh Hafizh Asad di kota Hamah. Oleh karena itu, organisasi yang ada hubungan fikroh dengan IM seperti Jemaat ISlami di Pakistan dan Bangladesh, atau PAS di Malaysia, semuanya tidak pernah tercatat memberontak melawan pemerintahan yang sah.” Sudan bisa jadi contoh pemberontakan IM oleh Hasan Turabi, tapi kita tahu, ia telah dipecat dari IM.

(10)
“Apalagi melihat Ikhwan di Tunisia, kendati rezim Ben Ali sangat represif, IM tidak memberontak. Faktanya, Rasyid Gannochi hari ini adalah tokoh penting pemikir Islam moderat. Ia menghormati demokrasi dan memperjuangkan HAM secara totalitas.”

(11)
Fuller menambahkan, “Saudi sejak lama membiayai gerakan Wahabi di dunia. Wahabi sendiri bukan gerakan teror. Tapi menurut saya, Wahabi gerakan yang sangat sempit pola fikirnya dan tekstual dalam menafsikran nash-nash. Jauh dari konsep toleransi antar madzhab, bahkan acap mengkafirkan (takfir).”

(12)
“Menurut saya, Wahabi adalah kekuatan yang tidak mungkin menjadi lokomotif persatuan dunia Arab dan dunia ISlam. Malah memperkuat dunia Islam saja tidak akan mampu. Justru gerakan Wahabi membawa gerbong umat Islam menjuju pengajaran Islam yang lemah dan ‘uzlah (terasing) dari dunia. Saya sama sekali tidak melihat, masa depan ISlam jaya dengan pemikiran Wahabi. Tentu pendapat saya ini akan banyak ditentang.”

(13)
“Walaupun Saudi Arabia tidak langsung mendukung gerakan radikalisme dan terorisme, tapi organisasi-organisasi teror selalu berhubungan dengan organisasi yang saya sebutkan di atas. Paham yang menjadi cikal bakal gerakan politik rigid, yang ditolak oleh Saudi sendiri. AlQaeda misalnya, lebih dekat dengan pemikiran wahabi daripada Ikhwani.”

(14)
“Penjelasan Pangeran Nayef, -menuduh IM biang masalah- justru membuka front baru alias musuh baru bagi kerajaan Saudi Arabia. AS pun dalam hal ini tidak mendukung. Sebab para pemangku kebijakan AS paham, IM adalah organisasi moderat dan paling modernis dibanding Salafi maupun Wahabi.”

(15)
Semua muslim normal, pasti mendoakan keselamatan kepada penguasa Saudi. Semua berharap, para pendukung ajaran takfir di Indonesia, lebih fokus melawan kezhaliman rezim penguasa di negara sendiri daripada hobi melempar tuduhan mengada-ngada yang menjurus pada fitnah. Justru aneh, IM yang dibantai justru IM yang dituduh teroris bukan? Yang akalnya normal, pasti merasa aneh.

© 2017 Nandang Burhanudin All Rights Reserved   

Theme Smartpress by Level9themes.